Hari Valentine sering dipandang sekadar sebagai momen berbagi cokelat dan bunga, tetapi sebenarnya lebih dari itu.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Makna di balik perayaan ini kaya akan sejarah dan budaya yang penting untuk dipahami.
Sejarah Hari Valentine yang Menarik
Hari Valentine dirayakan setiap tanggal 14 Februari untuk menghormati Santo Valentinus, seorang martir Kristen.
Perayaan ini berakar dari tradisi Romawi kuno yang menyelenggarakan festival Lupercalia, yang merayakan kesuburan serta cinta.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Beragam Wujud Cinta di Hari Valentine
Hari Valentine sering diasosiasikan dengan cinta romantis, tetapi cinta sesungguhnya meluas lebih dari sekadar hubungan pasangan.
Ada pula cinta platonic, cinta keluarga, serta cinta terhadap diri sendiri yang juga layak dirayakan di hari istimewa ini.
Merayakan Hari Valentine dengan Makna
Daripada hanya memberikan cokelat dan bunga, ada banyak cara untuk merayakan dengan lebih bermakna.
Kegiatan seperti memasak bersama, berbagi pengalaman, atau saling mendukung dalam mencapai mimpi dapat menjadi pilihan yang lebih berarti.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: