Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 21:25 WIB

Kisah di Balik Orang yang Mengklaim Dapat Melihat Aura

Author

Kisah di Balik Orang yang Mengklaim Dapat Melihat Aura

Di tengah rutinitas harian, fenomena orang-orang yang mengklaim bisa melihat aura semakin menarik perhatian masyarakat. Mereka percaya bahwa kemampuan ini dapat membantu dalam memahami karakter serta emosi orang lain dengan lebih baik.

Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Sementara beberapa orang skeptis terhadap klaim ini, tidak sedikit yang justru mencari bantuan dari mereka untuk berbagai keperluan seperti konseling dan pembelajaran spiritual.

Apa Itu Aura?

Aura sering kali diartikan sebagai medan energi yang mengelilingi tubuh manusia. Banyak orang meyakini bahwa aura mencerminkan kondisi emosional dan kesehatan fisik seseorang, dengan warna yang melambangkan makna tertentu.

Dalam tradisi spiritual, warna-warna aura diinterpretasikan berbeda-beda; misalnya, biru dapat menunjukkan ketenangan, sementara merah mencerminkan semangat. Meskipun tidak semua orang bisa melihat aura, ada yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap energi ini.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Siapa Saja yang Mengaku Bisa Melihat Aura?

Di Indonesia, terdapat beberapa individu yang terkenal karena klaim mereka bisa melihat aura, baik melalui pelatihan khusus maupun bakat alami. Mereka sering terlibat dalam praktik alternatif seperti terapi energi dan bimbingan spiritual.

Di satu sisi, ada yang skeptis dan menganggap kemampuan ini sebagai hoaks, tetapi di sisi lain, banyak yang bersedia membayar untuk konsultasi dari mereka. Hal ini menciptakan dua kelompok dalam masyarakat mengenai kepercayaan terhadap kemampuan ini.

Dampak di Masyarakat

Fenomena ini mulai mengundang banyak diskusi di berbagai kalangan, baik secara online maupun offline. Beberapa orang melaporkan bahwa konsultasi dengan individu yang mengaku memiliki kemampuan ini memberikan pencerahan dalam hidup dan membantu menyelesaikan masalah pribadi.

Namun, ada juga yang memperingatkan bahwa ini bisa menjadi eksploitasi terhadap kepercayaan masyarakat. Dengan berkembangnya media sosial, pendapat yang mendukung dan menentang pun semakin cepat tersebar luas, menciptakan opini publik tentang fenomena ini.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU