Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 14:42 WIB

Metode Penyajian Kopi dan Pengaruhnya terhadap Kolesterol

Author

Metode Penyajian Kopi dan Pengaruhnya terhadap Kolesterol

Efek kopi terhadap kolesterol ternyata sangat bergantung pada metode penyajian yang digunakan dan jumlah konsumsi yang dilakukan. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa senyawa tertentu dalam kopi mampu meningkatkan kolesterol LDL dalam darah.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Dengan Indonesia sebagai salah satu negara pengkonsumsi kopi terbesar di dunia, penting bagi masyarakat untuk memahami cara penyajian yang tepat agar dampaknya tidak merugikan kesehatan.

Manfaat Kesehatan dari Kopi

Konsumsi kopi tanpa tambahan gula dalam batas moderat, yaitu sekitar tiga hingga lima cangkir per hari, berpotensi memberikan segudang manfaat kesehatan. Beberapa manfaat yang diketahui antara lain penurunan risiko kematian dini, diabetes, stroke, serta perlindungan terhadap penyakit jantung.

Selain itu, kopi juga terlibat dalam menurunkan risiko kanker hati dan rahim. Minuman ini diketahui mengandung lebih dari seribu senyawa bioaktif dengan kafein menjadi komponen paling terkenal karena efek stimulan dan rasa pahitnya.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Mekanisme Peningkatan Kolesterol LDL

Paradoks seputar kopi muncul dari adanya senyawa lipid bernama diterpen, khususnya cafestol dan kahweol. Senyawa ini terbukti menghambat pembentukan asam empedu dari kolesterol di hati dan menurunkan jumlah reseptor LDL, sehingga kadar kolesterol LDL dalam darah meningkat.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi 10 mg cafestol per hari dapat menyebabkan peningkatan kolesterol total sekitar 5 mg/dL. Namun, efek ini dapat bersifat reversibel jika konsumsi dihentikan.

Pengaruh Metode Penyajian Kopi

Kandungan diterpen dalam kopi sangat bervariasi tergantung pada metode penyajian yang digunakan. Metode seduh seperti kopi tubruk, kopi rebus, dan French Press cenderung menghasilkan kadar diterpen yang tinggi, sementara espresso memiliki kadar yang lebih moderat yaitu sekitar 1 mg cafestol per cangkir.

Di sisi lain, kopi instan serta metode filter kertas seperti V60 mampu menyaring lebih dari 95% cafestol dan kahweol. Hal ini disebabkan oleh fungsi filter kertas yang efektif dalam menahan tetesan minyak, sedangkan filter logam atau nilon tidak menunjukkan efektivitas yang sama.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU