Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 17:37 WIB

Tensi Meningkat: Israel Siap Bertindak Sendiri Terhadap Iran

Author

Tensi Meningkat: Israel Siap Bertindak Sendiri Terhadap Iran

Ketegangan antara Israel dan Iran semakin memuncak setelah pernyataan tegas dari pemerintahan Israel mengenai kemungkinan serangan militer. Israel memastikan bahwa mereka siap bertindak tanpa persetujuan dari Amerika Serikat jika Iran melampaui batas program rudal balistiknya.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Pernyataan ini muncul di tengah diskusi diplomatik antara AS dan Iran yang terjalin kembali, yang berpotensi mengubah dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.

Peringatan dan Ancaman dari Israel

Menurut laporan harian The Jerusalem Post, pejabat pertahanan Israel mengungkapkan bahwa mereka telah memberi tahu Washington tentang niat untuk bertindak sendiri. "Kami telah memberi tahu Amerika bahwa kami akan bertindak sendiri jika Iran melampaui garis merah terkait rudal balistik mereka," ungkap seorang pejabat.

Israel memandang pengembangan rudal oleh Iran sebagai ancaman eksistensial yang serius. Ini mendorong militer Israel untuk mempersiapkan rencana operasional yang meliputi opsi serangan presisi terhadap fasilitas terkait di Iran.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Konteks Diplomasi Menaungi Ketegangan

Peringatan ini datang di tengah perundingan yang berlangsung antara AS dan Iran yang ditengahi oleh Oman. Sebelumnya, kedua negara mengalami kebuntuan dalam dialog yang berlanjut selama berbulan-bulan, sehingga mencari solusi di Muscat menjadi penting.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump telah mengerahkan armada besar dekat Iran untuk memberikan tekanan. Harapannya adalah agar Iran bersedia menyetujui kesepakatan yang dianggap seimbang, meskipun ia mengingatkan bahwa kegagalan diplomasi dapat berujung pada tindakan militer.

Tanggapan Iran dan Isu Program Nuklir

Mengingat ancaman dari Israel, Iran tetap berpegang pada argumen bahwa program nuklir mereka bertujuan damai. Pernyataan ini didukung oleh Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang menyatakan bahwa tidak ada bukti konkret mengenai program senjata nuklir aktif di Iran.

Pengawasan terus dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat. Ketegangan antara Israel dan Iran telah mencapai tingkat yang sangat tinggi sejak Revolusi Islam 1979, dengan kedua negara terlibat dalam berbagai bentuk konfrontasi.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU