Kolagen sering kali diasosiasikan dengan perawatan kulit, menciptakan popularitas yang meluas di masyarakat. Namun, banyak mitos yang keliru mengenai kolagen yang perlu diluruskan agar pemahaman masyarakat lebih tepat.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Peran kolagen sangat vital, mulai dari menjaga elastisitas kulit hingga mendukung kesehatan sendi. Berikut adalah beberapa mitos seputar kolagen yang penting untuk diketahui agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang salah.
Mitos 1: Semua Kolagen Sama
Salah satu kesalahpahaman umum mengenai kolagen adalah bahwa semua jenis kolagen memberikan manfaat yang serupa. Namun, efektivitas kolagen sangat bergantung pada jenis dan sumbernya.
Kolagen tipe 1, yang paling banyak ditemukan di kulit, memiliki peranan penting dalam menjaga struktur dan elastisitas kulit. Di sisi lain, kolagen dari sumber laut, seperti kolagen ikan, diketahui memiliki bioavailabilitas yang lebih tinggi dan lebih mudah diserap oleh tubuh.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan
Mitos 2: Kolagen Hanya Bermanfaat untuk Kulit
Banyak yang mengira kolagen hanya berfungsi untuk mempercantik kulit. Faktanya, kolagen memiliki manfaat yang lebih luas, termasuk menjaga kekuatan sendi, ligamen, dan jaringan ikat.
Kolagen juga berperan dalam proses penyembuhan luka serta berkontribusi bagi kesehatan rambut dan kuku. Dengan asupan kolagen yang cukup, rambut dapat menjadi lebih kuat dan kuku tidak mudah patah.
Mitos 3: Suplemen Kolagen Memberikan Hasil Instan
Salah satu tuntutan yang sering muncul adalah bahwa suplemen kolagen bisa memberikan hasil yang cepat. Namun, kolagen bekerja dari dalam tubuh dan memerlukan waktu untuk merangsang pembentukan kolagen alami.
Berdasarkan penelitian, perubahan yang dapat dirasakan, seperti kulit yang lebih lembap dan sendi yang lebih nyaman, biasanya membutuhkan beberapa minggu konsumsi rutin. Oleh karena itu, konsistensi dalam mengonsumsi kolagen sangat diperlukan untuk merasakan manfaatnya.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: