Indonesia sedang bersiap untuk mengirimkan sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina, sebagai bagian dari usaha untuk mendukung stabilitas di kawasan tersebut.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa rencana ini masih dalam tahap pembicaraan dan memerlukan persiapan matang.
Detail Rencana Pengiriman Pasukan
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa tujuan utama pengiriman ini adalah untuk mempercepat kesepakatan demi stabilitas di Gaza. "Belum. Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan, kurang lebih di angka 8.000 itu," tuturnya di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa total jumlah pasukan yang disiapkan bisa mencapai sekitar 20.000 orang. Persiapan yang dilakukan pemerintah berkaitan dengan rencana pengiriman ini masih berjalan.
Mengomentari waktu dan lokasi pengiriman, Prasetyo menyatakan bahwa hal tersebut masih bergantung pada tercapainya kesepakatan yang lebih rinci.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Komitmen Indonesia dalam Perdamaian
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pengiriman pasukan merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan Palestina. "Kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," imbuhnya.
Indonesia juga berniat bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian, ditujukan untuk meredakan eskalasi konflik di Gaza. Hal ini mencakup kerja sama dengan tujuh negara Muslim lainnya.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak turut mengonfirmasi bahwa TNI AD tengah mempersiapkan personel sebagai dukungan untuk inisiatif ini.
Pendekatan Kemanusiaan dan Rekonstruksi
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa misi pasukan perdamaian ini akan fokus pada dukungan kemanusiaan dan rekonstruksi di wilayah konflik. Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela menekankan pentingnya pendekatan ini.
"Pendekatan Indonesia akan menitikberatkan pada perlindungan warga sipil, dukungan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza," jelas Nabyl saat memberikan penjelasan resmi.
Walaupun rencana ini sudah mulai dibahas, Nabyl mengingatkan bahwa keputusan akhir mengenai jumlah pasukan, jadwal penugasan, dan lokasi penempatan belum ditentukan.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: