Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkonfirmasi bahwa fenomena pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tetap berlangsung hingga saat ini.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Total warga yang mengungsi akibat peristiwa ini telah mencapai 2.453 jiwa, dengan jumlah pengungsi yang terus bertambah seiring dengan perkembangan situasi.
Detail Pengungsi dan Lokasi Pengungsian
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa dari total pengungsi, terdapat 945 laki-laki dan 982 perempuan. Informasi ini menunjukkan adanya kelompok rentan di antara mereka, termasuk 220 lansia, tiga ibu hamil, dan 179 anak-anak.
Para pengungsi kini berada di delapan titik pengungsian yang berbeda, dengan beberapa di antaranya berlokasi di fasilitas publik seperti Majelis Az Zikir wa Rotibain dan SD Negeri 2 Padasari. Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan serta akses terhadap kebutuhan dasar bagi mereka yang terdampak.
BNPB bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menangani situasi darurat ini, dan juga menyediakan logistik serta kebutuhan makanan yang diperlukan oleh para pengungsi.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Proses Pendataan dan Pemenuhan Kebutuhan
Abdul Muhari menambahkan bahwa BNPB tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, tetapi juga melakukan pendataan mendalam terhadap warga yang terdampak. Pendataan ini penting untuk merencanakan pembangunan hunian sementara bagi mereka.
Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tegal berperan aktif dalam proses verifikasi dan pemutakhiran data secara detil untuk mengeluarkan surat keputusan terkait kebutuhan hunian sementara.
Walaupun dalam situasi darurat, upaya untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar lembaga terus dioptimalkan agar penanganan dapat dilakukan secara efektif.
Asesmen dan Rencana Relokasi
BNPB juga terlibat dalam pendampingan tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan asesmen kelayakan lahan sebagai lokasi hunian sementara. Proses ini sangat penting untuk memberikan jaminan akan keamanan lokasi relokasi yang direncanakan.
Asesmen yang dilakukan bersifat menyeluruh, bertujuan untuk memastikan kondisi lingkungan serta potensi risiko yang mungkin dialami warga jika mereka dipindahkan ke lokasi baru.
Program relokasi diharapkan memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat yang terdampak, terutama saat fenomena pergerakan tanah masih terus terjadi.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: