Kepala komunikasi kantor Perdana Menteri Inggris, Tim Allan, dan kepala staf PM, Morgan McSweeney, mengundurkan diri di tengah tekanan politik yang signifikan. Keputusan ini berkaitan dengan publikasi dokumen kasus Jeffrey Epstein yang mencantumkan nama Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Downing Street telah mengonfirmasi pengunduran diri Allan pada 9 Februari 2026, saat pemerintahan Keir Starmer menghadapi kontroversi serius. Munculnya klaim bahwa Starmer mengetahui keterlibatan Mandelson dalam dokumen Epstein menambah peluang semakin memburuknya reputasi pemerintah.
Pengunduran Diri yang Tak Terelakkan
Tim Allan mengumumkan pengunduran dirinya, mengindikasikan keinginan untuk memberi ruang bagi tim baru di Downing Street. Dalam pernyataannya, Allan menyatakan, "Saya memutuskan untuk mundur agar tim baru di Downing Street dapat dibentuk."
Keputusan ini muncul bersamaan dengan pengunduran diri Morgan McSweeney, yang menyatakan ketidakpuasannya atas penunjukan Mandelson. Keir Starmer, selaku Perdana Menteri, harus menghadapi konsekuensi politik dari keputusan tersebut dan dampak yang ditimbulkan.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Kontroversi Penunjukan Mandelson
Morgan McSweeney secara terbuka mengakui bahwa keputusan untuk menunjuk Mandelson adalah kesalahan besar. Dalam pernyataannya, McSweeney menyebut, "Keputusan menunjuk Peter Mandelson adalah kesalahan. Ia telah merusak partai kami, negara kami, dan kepercayaan terhadap politik itu sendiri."
Pengunduran diri ini menunjukkan besarnya tekanan internal yang dirasakan oleh pejabat di pemerintahan Starmer. McSweeney juga mengaku bertanggung jawab penuh atas penunjukan tersebut, yang kini menjadi fokus publik dan media.
Dampak Skandal terhadap Pemerintahan Starmer
Pemerintahan Keir Starmer kini terjebak dalam krisis yang dipicu oleh dokumen baru dari Kementerian Kehakiman AS. Dokumen ini mengekspos keterlibatan Peter Mandelson dalam berbagi informasi sensitif dengan Jeffrey Epstein saat menjabat sebagai Menteri Bisnis pada 2008.
Dalam upaya untuk membersihkan namanya, Starmer berjanji untuk membuka akses terhadap email dan dokumen terkait penunjukan Mandelson. Harapannya, bukti yang transparan dapat mengatasi tuduhan dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: