Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan kesediaannya untuk menjalin dialog dengan China menyusul perselisihan yang terjadi pekan lalu terkait komentar mengenai Taiwan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Takaichi menekankan pentingnya komunikasi demi menjaga perdamaian dan keselamatan di wilayah Jepang sambil tetap memperkuat upaya pertahanan negara.
Pernyataan Terbuka untuk Dialog
Takaichi menyampaikan, "Negara kita terbuka untuk berbagai dialog dengan China," menekankan bahwa komunikasi sangat penting dalam menyelesaikan perbedaan pandangan di antara kedua negara.
Diusai mendapatkan kemenangan dalam pemilu, ia juga menekankan pentingnya pertukaran pandangan yang dilaksanakan dengan cara yang tenang dan termanage.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Komitmen terhadap Pertahanan Nasional
Dalam pernyataan yang sama, Takaichi menegaskan, "Kami akan dengan teguh melindungi perdamaian dan kemerdekaan bangsa kami, wilayah kami, perairan teritorial, dan wilayah udara," menunjukkan komitmen yang tinggi dari Jepang untuk melindungi kedaulatan.
Pernyataan ini mencerminkan tekad Jepang untuk tidak mengandalkan bantuan eksternal dalam menjaga keamanan nasional, berfokus pada kemampuan dalam negeri.
Kegiatan Diplomatik dengan Amerika Serikat
Takaichi juga mengungkapkan rencana untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk meneguhkan "persatuan yang tak tergoyahkan" antara Jepang dan Amerika.
Pertemuan yang direncanakan pada bulan depan diharapkan dapat memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk bidang diplomasi, ekonomi, dan keamanan, demi stabilitas regional.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: