Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 17:41 WIB

Inovasi Menu Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan oleh BGN

Author

Inovasi Menu Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan oleh BGN

Badan Gizi Nasional (BGN) mulai tahun ini mengumumkan perubahan signifikan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlaku khusus selama bulan Ramadan. Menu baru yang ditawarkan kini lebih berfokus pada bahan pangan yang bernutrisi dan berkualitas untuk mendukung kebiasaan ibadah puasa.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, sekaligus menjamin ketersediaan bahan pangan yang tepat selama menjalankan ibadah puasa.

Menu Seimbang untuk Berbuka Puasa

Dadan Hindayana menjelaskan bahwa menu baru untuk Ramadan ini mencakup kurma, telur rebus, susu, serta penganan lokal yang khas. Penyajian menu tersebut direncanakan untuk mendukung praktik berbuka puasa yang sehat dan bergizi.

Ia juga menekankan pentingnya keberadaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam penyediaan bahan makanan. "Kami hindarkan semaksimal mungkin produk-produk perusahaan besar. Sesekali boleh, tapi tidak setiap hari," ungkapnya.

Dengan demikian, konsumen diharapkan dapat menikmati hidangan yang tidak hanya mempertahankan kualitas gizi, tetapi juga mendukung ekonomi lokal.

Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing

Keterlibatan Pesantren dalam Distribusi Gizi

Unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di lingkungan pesantren akan menyesuaikan waktu distribusi makanan ke sore hari, menjelang waktu berbuka puasa. Dengan pendekatan ini, diharapkan kebutuhan gizi terlihat lebih terfokus meskipun dalam jadwal yang berbeda.

Dadan juga menambahkan, "Dengan pelaksanaan ini, kami berharap kebutuhan gizi penerima manfaat di pesantren tetap terpenuhi meskipun pada waktu yang berbeda." Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam distribusi makanan selama Ramadan.

Langkah ini juga mencerminkan komitmen BGN untuk memastikan bahwa layanan gizi tetap berjalan secara efektif di berbagai kalangan masyarakat, termasuk di pesantren.

Strategi Pengendalian Pasokan Pangan

BGN melakukan persiapan strategis untuk mengendalikan pasokan bahan pangan agar tidak terjadi lonjakan permintaan pada komoditas tertentu. Dadan menjelaskan, jika terdapat peningkatan permintaan yang signifikan, menu akan segera disesuaikan dengan bahan substitusi.

"Kami akan bekerjasama dengan BUMD untuk menentukan produk yang dibutuhkan masyarakat menjelang puasa dan Idul Fitri," jelas Dadan. Ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan meminimalisir kekurangan pangan.

Strategi ini dirancang untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi di tengah fluktuasi pasar dan untuk mendukung semua kalangan di masyarakat selama bulan puasa.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU