Di zaman serba digital, berbelanja di marketplace menjadi pilihan utama banyak orang. Namun, di balik kemudahan ini, ancaman penipuan online juga meningkat signifikan.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Dari pembeli hingga penjual, setiap pihak berisiko terkena penipuan, sehingga penting untuk memahami jenis-jenis penipuan dan cara menghindarinya.
Berbagai Tipe Penipuan Online
Salah satu tipe penipuan yang paling sering terjadi adalah 'phishing', di mana pelaku berusaha mencuri informasi pribadi melalui tautan yang seolah-olah resmi.
Selain itu, penipuan pengiriman juga merupakan masalah umum, di mana penjual berpura-pura mengirimkan barang setelah menerima pembayaran.
Ada pula penipuan berupa 'iklan palsu', yang menawarkan barang dengan harga sangat murah namun pada kenyataannya barang tersebut tidak tersedia.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Ciri-Ciri Penipuan di Marketplace
Ciri yang menandai adanya penipuan antara lain adalah harga yang tidak realistis dan komunikasi yang sulit dengan penjual.
Jika penjual meminta pembayaran melalui metode yang kurang biasa, ini bisa menjadi sinyal bahwa ada yang tidak beres.
Penting untuk memeriksa profil penjual; penjual baru atau yang memiliki ulasan negatif sebaiknya dihindari.
Cara Melindungi Diri dari Penipuan
Untuk melindungi diri, gunakanlah metode pembayaran yang aman dan terverifikasi.
Jangan segan untuk menggali lebih dalam mengenai reputasi penjual dan membaca ulasan dari pembeli sebelumnya.
Jika merasa ada yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang atau platform marketplace terkait.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: