Phishing di media sosial telah menjadi ancaman yang semakin meresahkan, mengakibatkan banyak pengguna kehilangan data pribadi mereka setiap hari.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Modus ini terus berkembang seiring dengan meningkatnya aktivitas di platform-platform sosial, memanfaatkan ketidakwaspadaan pengguna.
Apa Itu Phishing?
Phishing merupakan metode penipuan berbasis online yang bertujuan untuk mencuri informasi sensitif seperti username, password, atau detail kartu kredit.
Para pelaku sering menyamar sebagai entitas tepercaya melalui email atau media sosial, dengan harapan dapat menggoda pengguna untuk memberikan informasi mereka.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Tanda-tanda Phishing di Media Sosial
Salah satu ciri khas phishing adalah pesan yang mendesak pengguna untuk memberikan informasi pribadi dengan alasan tertentu, seperti ancaman penutupan akun.
Pelaku juga kerap berpura-pura menjadi teman atau rekan, sehingga korban lebih mudah terjebak. Memeriksa alamat pengirim dan konten pesan adalah langkah penting untuk menghindari penipuan.
Cara Melindungi Diri dari Phishing
Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri dari serangan phishing. Pertama, hindari mengklik tautan mencurigakan atau yang tidak dikenal.
Mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA) pada akun sosial media Anda bisa menjadi langkah tambahan yang signifikan untuk meningkatkan keamanan.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: