Netflix mengumumkan bahwa spinoff animasi pertama dari franchise Stranger Things berjudul 'Stranger Things: Tales From '85' akan tayang pada 23 April 2026.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Karya ini, yang dikembangkan oleh Matt dan Ross Duffer bersama produser Shawn Levy, mengambil latar yang akrab di Hawkins dengan narasi segar yang menarik.
Latar Belakang dan Konsep Serial
Spinoff ini lahir dari kolaborasi antara Matt dan Ross Duffer, diiringi oleh dukungan showrunner Eric Robles dan produser eksekutif Shawn Levy.
Cerita 'Tales From '85' akan berlangsung setelah akhir dari serial utama, yang ditutup dengan episodenya pada 31 Desember 2005. Nuansa nostalgia disajikan untuk menghubungkan masa lalu dengan cerita baru yang akan diceritakan.
Dalam teaser yang dirilis, terdapat unsur-unsur yang mengingatkan pada serial sebelumnya, memberikan harapan bagi penggemar untuk merasakan kembali kedalaman cerita.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Sinopsis dan Alur Cerita
Mengambil setting di Hawkins yang dibalut salju, cerita ini menggambarkan kehidupan para karakter utama seperti Eleven, Mike, Will, Dustin, Lucas, dan Max yang berusaha menjalani aktivitas sehari-hari sembari menikmati permainan Dungeons & Dragons dan perang bola salju.
Namun, ketenangan ini tidak berlanjut lama; ancaman baru muncul dari balik tumpukan salju. Potensi bahaya bisa berasal dari Upside Down, Hawkins Lab, atau sumber yang belum teridentifikasi, mendorong mereka untuk menyelidiki demi melindungi kota.
Perjalanan mereka yang penuh rasa ingin tahu mengisyaratkan bahwa meskipun semuanya terlihat normal, kengerian tidak pernah jauh dari Hawkins.
Pengisi Suara dan Produksi
Serial ini memperkenalkan banyak pengisi suara baru, dengan Brooklyn Davey Norstedt mengisi suara Eleven dan Jolie Hoang-Rappaport sebagai Max, serta didukung oleh aktor lainnya seperti Luca Diaz, Elisha Williams, dan Jeremy Jordan.
Shawn Levy menyebutkan bahwa 'Tales From '85' akan menawarkan nada dan gaya visual yang berbeda dibandingkan dengan serial utama, mengisi kekosongan dalam mitologi yang belum terkuak.
Dipengaruhi oleh estetika animasi keluarga dari era 1980-an dan 1990-an, serial ini juga berupaya menghadirkan rasa nostalgia yang kuat bagi penonton seiring melanjutkan kisah ikonik dari Stranger Things.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: