Keluarga besar Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso tengah berduka mendalam atas kehilangan Meriyati Hoegeng yang meninggal dunia pada Selasa, 3 Februari 2026. Almarhumah menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 13.24 WIB akibat sakit di usia yang telah mencapai satu abad.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh mantan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, yang menyatakan dengan tegas, "Ya benar" mengenai wafatnya Meriyati.
Detail Kematian Meriyati Hoegeng
Kabar wafatnya Meriyati Hoegeng menimbulkan kesedihan di kalangan banyak orang. Pesan duka menyebar dengan menyatakan bahwa almarhumah menghembuskan napas terakhir di rumah duka yang berlokasi di Pesona Khayangan Estate, Depok, Jawa Barat.
Pesan tersebut juga menyertakan ungkapan, "Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia almarhumah Ibu Meryati Hoegeng pada hari Selasa, 3 Februari 2026, pukul 13.24 WIB karena sakit."
Usia yang mencapai 100 tahun merupakan perjalanan hidup yang langka, menandakan dedikasi dan ketahanan yang luar biasa. Masyarakat turut mempersembahkan ucapan belasungkawa di atas kepergiannya.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Konteks Kehidupan Meriyati Hoegeng
Sebagai istri dari Jenderal Hoegeng Iman Santoso, yang menjabat sebagai Kapolri dari 1968 hingga 1971, Meriyati Hoegeng dikenal sebagai sosok yang memperkuat hubungan sosial di berbagai komunitas. Perannya dalam mendampingi suami dalam aktivitas sosial dan kemasyarakatan mencerminkan komitmen dan keterlibatan yang tinggi.
Kehidupan mereka selama masa dinas suami memberikan warna tersendiri dalam sejarah Polri. Meriyati dihormati oleh banyak orang, membawa pengaruh positif dalam berbagai kegiatan yang dijalani.
Keluarga dan sahabat mengingatnya sebagai sosok yang penuh kasih dan dedikasi, dengan pengaruh yang luas di sekitarnya. Ucapan duka dan penghormatan pun mengalir dari kalangan luas, menandakan betapa dalamnya kenangan yang ditinggalkan.
Ucapan Belasungkawa
Setelah berita duka terbentang, banyak yang mengungkapkan rasa kehilangan dan mendoakan almarhumah. Salah satu pesan duka yang beredar menuliskan, "Semoga almarhumah diampuni segala khilaf dan salahnya, diterima seluruh amal ibadahnya."
Ucapan belasungkawa ini menunjukkan pengaruh besar Meriyati dalam hidup banyak orang. Kepergiannya dirasakan sebagai kehilangan yang mendalam oleh mereka yang mengenalnya, menciptakan satu ikatan emosional yang kuat.
Berbagai kalangan, dari sahabat hingga kolega, menyampaikan doa dan harapan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: