Banyak yang mengeluhkan pusing saat berpuasa, terutama di bulan Ramadhan. Hal ini memunculkan pertanyaan apakah kondisi ini normal atau memerlukan perhatian khusus.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Pusing saat puasa dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti dehidrasi dan perubahan tekanan darah. Mari kita jelajahi penyebab dan tanda-tanda yang harus diwaspadai.
Penyebab Pusing Saat Puasa
Salah satu penyebab utama pusing saat berpuasa adalah dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, gejala seperti pusing dan sakit kepala sering kali muncul.
Perubahan pola makan juga berperan penting. Misalnya, berbuka dengan makanan berat dapat mengejutkan tubuh dan menyebabkan pusing.
Faktor lain yang dapat memengaruhi adalah tekanan darah. Menurut seorang ahli kesehatan, saat berpuasa, tekanan darah sering mengalami penurunan karena tidak adanya asupan makanan dan cairan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa gejala yang sebaiknya diwaspadai jika pusing terjadi secara berulang. Jika pusing disertai mual, muntah, atau penglihatan kabur, segera konsultasi dengan dokter.
Dr. Ahmad, seorang dokter umum, menyatakan, "Pusing yang sangat parah dan disertai gejala lain bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang lebih serius."
Durasi pusing juga patut diperhatikan. Jika pusing berlangsung lebih dari beberapa jam, sebaiknya lakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang lebih mendalam.
Cara Mengatasi Pusing Saat Puasa
Untuk mengurangi pusing saat puasa, penting untuk menghidrasi tubuh dengan cukup saat berbuka dan sahur. Pemenuhan cairan yang memadai dapat mencegah dehidrasi.
Pilihan makanan juga sangat mempengaruhi. Mengonsumsi makanan tinggi serat dan tidak terlalu berat dapat membantu menjaga kestabilan energi selama berpuasa.
Selain itu, jika mengalami pusing, cobalah teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam. Cara ini dapat membantu menurunkan stres yang bisa terdapat dalam tubuh.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: