Pemerintah Indonesia tengah mengembangkan inisiatif yang bertujuan mengganti atap rumah berbahan seng dengan genteng berbasis fly ash. Rencana ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebagai bagian dari program Gerakan Indonesia ASRI.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Dikenal sebagai 'Gentengisasi', program ini bertujuan untuk meningkatkan estetika dan kenyamanan hunian di seluruh Indonesia, dan akan segera dipublikasikan setelah lengkapnya studi yang dilakukan pemerintah.
Studi dan Pembiayaan Program Gentengisasi
Dalam pembahasan lebih lanjut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan perhitungan mengenai biaya dan metodologi penggantian atap seng dengan genteng. Ia menyebutkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpotensi digunakan sebagai sumber pembiayaan untuk proyek ini.
Airlangga mengatakan, 'Biayanya tadi sudah kita hitung juga.' Pernyataan ini menandakan komitmen pemerintah dalam menyediakan dana demi suksesnya program Gentengisasi.
Selanjutnya, integrasi antara penganggaran pemerintah dan pelaksanaan program ini dianggap penting agar program dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Visi Prabowo dalam Mewujudkan Gentengisasi
Dalam acara peluncuran program tersebut, Prabowo Subianto menekankan pentingnya mengganti atap rumah berbahan seng yang memiliki kekurangan dalam hal kenyamanan. Ia mengungkapkan, 'Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng.'
Prabowo menilai bahwa genteng yang berbasis fly ash akan memberikan manfaat lingkungan dan estetika bagi hunian. Ia berharap bahwa setiap atap di Indonesia dapat dipasangi genteng baru yang lebih ramah lingkungan.
Dalam upaya mewujudkan konsep Gentengisasi, Prabowo juga mendorong Koperasi Merah Putih untuk membuat pabrik genteng sehingga program ini dapat diimplementasikan secara luas.
Implementasi dan Harapan untuk Indonesia ASRI
Untuk mendukung program ini, Prabowo menjelaskan bahwa pabrik genteng akan menggunakan sumber daya lokal, seperti tanah dan campuran limbah yang tersedia. 'Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat,' jelasnya.
Prabowo berharap bahwa keberadaan pabrik genteng tidak hanya akan membantu meningkatkan estetika rumah tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal. Pengembangan koperasi diharapkan dapat memproduksi genteng dalam jumlah besar.
Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam hal kesejahteraan dan kualitas hunian yang lebih baik.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: