Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 16:55 WIB

Temuan NASA Mengubah Paradigma Asal Air di Bumi

Author

Temuan NASA Mengubah Paradigma Asal Air di Bumi

Studi recent oleh NASA membawa perubahan besar pada pola pikir terkait asal-usul air di Bumi. Para ilmuwan menemukan bahwa air di planet kita mungkin bukan berasal dari meteor yang sebelumnya dianggap sebagai pemasok utama.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Penelitian ini menggugurkan teori klasik yang menyatakan bahwa meteorit kaya air adalah penyebab utama keberadaan air di Bumi. Sebaliknya, analisis isotop yang mendalam menunjukkan kontribusi meteorit hanya sekitar satu persen dari total air yang ada.

Teori yang Ditegakkan dan Ditepis

Teori lama menyebutkan bahwa air di Bumi terbentuk dari tumbukan meteorit yang mengandung air. Namun, hasil analisis terbaru menunjukkan bahwa peran meteorit dalam menyediakan air jauh lebih kecil dari yang diperkirakan.

Sampel regolit Bulan yang diteliti menunjukkan bahwa hanya satu persen materi berasal dari meteorit. Penemuan ini mendorong pertanyaan baru mengenai sumber-sumber lain yang mungkin berkontribusi dalam pembentukan air di Bumi.

Kondisi geologis yang aktif di Bumi membuatnya sulit untuk melacak jejak tabrakan kuno. Sementara, Bulan yang lebih stabil memberikan data sejarah benturan secara jelas.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif

Metode Analisis dan Temuan Penting

Para peneliti NASA melakukan analisis isotop oksigen dengan ketelitian tinggi untuk menentukan sumbangan meteorit terhadap keberadaan air. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun meteorit membawa air, jumlahnya tidak signifikan.

Justin Simon, ilmuwan di NASA Johnson Space Center, menegaskan, "Hasil studi kami menunjukkan bahwa meskipun meteorit memang membawa air, jumlahnya tidak cukup untuk menjelaskan seluruh air yang ada di Bumi."

Lebih menarik lagi, ketika mempertimbangkan jumlah benturan yang terjadi di Bumi, kemungkinan besar air berasal dari proses yang terjadi saat pembentukan planet, yang belum sepenuhnya dipahami.

Bulan Sebagai Sumber Informasi Sejarah

Tony Gargano, peneliti utama, menjelaskan bahwa Bulan berfungsi sebagai 'kapsul waktu' yang memberikan wawasan penting tentang sejarah air di Bumi. "Bulan memberi kita catatan benturan yang tidak bisa kita temukan lagi di Bumi," ungkapnya.

Temuan ini mendukung pencarian untuk memahami asal mula air yang sustenabel bagi kehidupan di Bumi. Analisis lebih lanjut mengarah pada pemikiran bahwa sebagian besar air mungkin sudah ada sejak awal pembentukan Tata Surya.

Oleh karena itu, sementara kontribusi meteorit perlu diakui, studi terbaru ini menggeser pemahaman kita mengenai sumbangan mereka terhadap keberadaan air.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU