Jumat, 30 JANUARI 2026 • 15:29 WIB

Drama Penyelamatan Remaja Terjebak di Sumur dalam Cuaca Buruk

Author

Drama Penyelamatan Remaja Terjebak di Sumur dalam Cuaca Buruk

Sebuah insiden penyerapan perhatian terjadi di Mijen, Semarang, ketika seorang remaja berusia 17 tahun terjatuh ke dalam sumur sedalam 16 meter. Proses evakuasi yang melelahkan memakan waktu tujuh jam, melibatkan petugas pemadam kebakaran dan tantangan yang harus dihadapi dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Korban, yang dikenal dengan inisial SFP, sedang mengalami gangguan jiwa, yang membuat situasi semakin rumit saat ia melarikan diri dari orangtua yang berusaha membawanya ke dokter. Kesulitan meningkat saat ia memberontak selama proses penyelamatan, membuat para petugas berjuang keras untuk memastikan keselamatannya.

Latar Belakang Insiden di Mijen

Peristiwa malang ini berlangsung di Kampung Kuripan, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. Remaja berinisial SFP terjatuh ke dalam sumur saat orangtuanya memanggil dokter untuk menangani kondisinya.

Ponirah, nenek korban, mengenang momen tersebut dengan mengungkapkan, "Tahu ada dokter datang, cucu saya lari meski udah di pegang bapaknya tapi lepas dan tahu-tahu udah di dalam sumur.".

Informasi dari Lurah Wonolopo, Rina Sugimurwani, mengungkapkan bahwa SFP telah beberapa hari tidak mengonsumsi obat untuk gangguan jiwanya, menambah kerumitan situasi ketika insiden terjadi.

Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan

Proses Evakuasi yang Penuh Tantangan

Awalnya, upaya evakuasi dilakukan oleh warga setempat. Namun, setelah melihat kondisi remaja yang cemas, mereka meminta bantuan dari Petugas Pemadam Kebakaran.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti, menjelaskan bahwa tim segera diterjunkan. Tantangan utama muncul saat SFP terlihat ketakutan dan memberontak, bahkan menyerang salah satu anggota tim di lokasi.

Petugas terpaksa bekerja hati-hati karena berat badan SFP yang mencapai 100 kilogram dan kedalaman sumur yang cukup, yaitu 16 meter. Ditambah dengan hujan yang mengguyur, membuat situasi semakin sulit.

Strategi Ekstrem untuk Keberhasilan Evakuasi

Setelah tujuh jam berjuang, metode penyelamatan harus menjadi lebih ekstrem. Ade Bhakti menyampaikan, "Berbagai metode kita lakukan dan sudah menjelang malam, kita pilih cara yang ekstrem, korban kita kasih pelampung dan kita pasang tali kemudian kita isi air ke dalam sumur.".

Dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengisi air ke dalam sumur. Metode ini memungkinkan SFP untuk dinaikkan ke permukaan dengan aman.

Setelah beragam tantangan dan cara, akhirnya remaja tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat pada sore hari. Keluarga dan masyarakat setempat mengucapkan terima kasih kepada petugas yang berusaha keras di tengah situasi mendesak.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU