Jumat, 30 JANUARI 2026 • 11:36 WIB

Pergerakan Pasar Pasca Mundurnya Pimpinan Bursa Efek Indonesia

Author

Pergerakan Pasar Pasca Mundurnya Pimpinan Bursa Efek Indonesia

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengumumkan pengunduran dirinya yang resmi baru-baru ini.

Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan

Keputusan tersebut diambil sebagai respons terhadap penurunan signifikan pasar modal yang terjadi dalam dua hari terakhir.

Penyebab Pengunduran Diri

Iman Rachman menyatakan, "Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada Jumat, 30 Januari 2026.

Keputusan ini diambil setelah IHSG mengalami koreksi yang signifikan selama dua hari berturut-turut, yang menunjukkan adanya tekanan di pasar modal.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus

Sentimen Positif di Pasar

Analis pasar modal, Reydi Octa, menilai pengunduran diri Iman Rachman mendapatkan respons positif dari pasar. Ia mengatakan, "Kalau saya lihat sih di IHSG per hari ini ya, itu kelihatan malah rebound ya. Jadi maksudnya justru arahnya mungkin ke arah lebih baik," mencerminkan harapan investors akan pemulihan kondisi pasar.

Reydi juga menggarisbawahi bahwa peningkatan IHSG tidak terlepas dari upaya keras stakeholder dalam memperbaiki kinerja bursa saham, di bawah rekomendasi MSI mengenai transparansi penghitungan free float.

Dampak Jangka Pendek

Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menganggap mundurnya Iman Rachman sebagai langkah yang sejalan dengan tanggung jawab publik. Ia menyatakan, "Kami mencermati pengunduran diri dari Dirut BEI ini merupakan bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia waktu belakangan ini."

Meski demikian, Herditya mengingatkan bahwa efek dari pengunduran diri ini kemungkinan besar bersifat jangka pendek. "Kalau sentimen ke IHSG sendiri, kami mencermati nampaknya relatif minim ya, karena sudah dua hari kemarin IHSG terkoreksi cukup dalam dan mengalami trading halt," ujarnya.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU