Rabu, 28 JANUARI 2026 • 17:10 WIB

Tragedi di Lombok: Seorang Putra Menghabisi Nyawa Ibu Kandungnya

Author

Tragedi di Lombok: Seorang Putra Menghabisi Nyawa Ibu Kandungnya

Sebuah insiden tragis mengguncang Lombok Barat, di mana seorang pria, Bara Primario, diduga membunuh ibu kandungnya, Yeni Yudi Astuti, dan membakar jasadnya.

Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan

Peristiwa ini terjadi setelah Bara tidak memperoleh uang sebesar Rp 39 juta dari ibunya, yang menjadi pemicu tindakan brutal tersebut.

Polda NTB Ungkap Kasus Pembunuhan

Pada 25 Januari 2026, penemuan jasad terbakar di Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat menarik perhatian pihak kepolisian setempat.

Tim Jatanras Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) berjaya menangkap Bara Primario pada tengah malam di Monjok Baru, Kota Mataram.

Menurut Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid, Bara telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman maksimum seumur hidup atau bahkan hukuman mati.

Dia dijerat dengan Pasal 459 KUHP juncto Pasal 458 UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP, mencerminkan keseriusan kasus ini.

Motif Tragis di Balik Tindakan Keji

Motif pembunuhan ini berakar dari penolakan permintaan Bara akan uang oleh ibunya untuk melunasi utang sebesar Rp 39 juta.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Sebagai reaksi atas penolakan tersebut, Bara merasakan tekanan emosional yang memicu tindakan kriminal yang sulit diterima akal.

Peristiwa mengejutkan ini terjadi pada dini hari di kediaman mereka, saat Bara mengambil langkah berbahaya menghabisi nyawa ibunya.

Setelah tindakan brutalnya, pelaku mencoba menghilangkan jejak dengan membakar jenazah menggunakan mobil pribadi.

Rincian Penyelidikan dan Penemuan di TKP

Penyelidikan dimulai saat warga setempat mencurigai adanya kobaran api yang tidak biasa di lokasi tempat ditemukan jasad.

Bercak darah ditemukan dalam mobil yang digunakan oleh Bara, yang menggambarkan jejak kriminil yang dilakukannya.

Saksi yang melihat mobil tersebut segera melapor kepada polisi, yang kemudian memicu penyisiran lokasi dan pengumpulan bukti.

Tim penyidik menemukan bercak darah dan melakukan analisis forensik yang menunjukkan adanya kekerasan pada tubuh korban, memperjelas skenario tragis ini.

Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU