Kertas, sebuah elemen yang sering diremehkan, memiliki sejarah panjang yang sangat menarik. Penemuan kertas dimulai di Tiongkok dan telah menjadi bagian penting dalam peradaban manusia hingga saat ini.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Awal Penemuan Kertas
Kertas pertama kali diperkenalkan oleh Cai Lun, seorang pejabat di Tiongkok, sekitar tahun 105 Masehi. Proses pembuatan kertas tersebut melibatkan bahan-bahan alami seperti serat tanaman dan air.
Dengan cepat, kertas mulai menggantikan bahan lain seperti bambu dan kulit hewan, menjadikan proses menulis lebih praktis dan efisien.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Penyebaran dan Pengembangan Kertas
Setelah penemuan awal, teknologi kertas menyebar ke negara-negara tetangga seperti Korea dan Jepang. Masing-masing negara mulai beradaptasi dan mengembangkan cara produksi mereka sendiri, meningkatkan efisiensi dalam pembuatan kertas.
Pada abad ke-8, kertas diperkenalkan di dunia Islam melalui jalur perdagangan, dan sejak saat itu menjadi alat penting dalam penyebaran ilmu pengetahuan. Ini terlihat ketika para ilmuwan Muslim mulai menerjemahkan berbagai teks klasik ke dalam bahasa Arab.
Dampak Kertas dalam Peradaban Modern
Di era modern, kertas telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar media untuk menulis. Industri yang berkaitan dengan kertas seperti penerbitan buku, koran, dan majalah telah berkontribusi besar dalam budaya membaca yang semakin berkembang.
Dalam konteks Indonesia, peningkatan literasi sangat terpengaruh oleh penggunaan kertas di sektor pendidikan. Buku pelajaran, novel, dan literatur lainnya menawarkan akses pengetahuan yang luas bagi masyarakat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: