Rabu, 28 JANUARI 2026 • 13:10 WIB

Mengapa Sulit Mempertahankan Fokus dalam Aktivitas Sehari-hari

Author

Mengapa Sulit Mempertahankan Fokus dalam Aktivitas Sehari-hari

Banyak individu menemui kesulitan untuk tetap fokus dalam jangka waktu yang lama, baik di lingkungan kerja maupun saat belajar. Berbagai faktor internal dan eksternal berkontribusi pada fenomena ini, mempengaruhi kemampuan konsentrasi seseorang.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Seiring dengan dunia yang semakin bergerak cepat, tingkat konsentrasi manusia mengalami penurunan. Penelitian menunjukkan bahwa otak memiliki batasan dalam mempertahankan fokus secara optimal.

Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Fokus

Lingkungan sekitar berperan besar dalam kemampuan seseorang untuk mempertahankan fokus. Suara bising, gangguan visual, dan kondisi cuaca yang tidak mendukung dapat sangat mengganggu konsentrasi.

Sebuah studi oleh Universitas Harvard menunjukkan bahwa kebisingan dapat mengurangi tingkat fokus hingga 30%. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan kerja yang tenang menjadi kunci untuk meningkatkan konsentrasi.

Tidak hanya lingkungan fisik, penggunaan gadget dan media sosial juga menjadi faktor yang berpotensi mengalihkan perhatian. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering mengecek ponsel cenderung memiliki waktu fokus yang lebih singkat.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji

Biologi dan Fungsi Otak

Secara biologis, otak memiliki keterbatasan dalam hal perhatian dan daya ingat jangka pendek. Rata-rata daya ingat kerja manusia hanya bertahan sekitar 20 menit sebelum mengalami penurunan.

Neurotransmitter, seperti dopamin, memainkan peran penting dalam memfokuskan perhatian. Namun, konsentrasi yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mental, sehingga mengurangi kemampuan otak untuk fokus.

Para ahli saraf merekomendasikan untuk beristirahat secara berkala, setiap 25-30 menit, agar otak dapat kembali segar dan produktif.

Psikologi dan Stres

Stres berlebihan terbukti menjadi salah satu faktor utama yang mengganggu konsentrasi. Ketika tekanan meningkat, otak cenderung memfokuskan energi untuk mengatasi stres, mengurangi kemampuan untuk berkonsentrasi pada tugas lainnya.

Survei menunjukkan bahwa 70% orang dewasa mengalami kesulitan fokus dalam pekerjaan akibat stres yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa manajemen stres sangat penting untuk mempertahankan tingkat perhatian.

Teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga telah terbukti efektif dalam mengurangi stres dan meningkatkan fokus. Metode ini membekali otak untuk beradaptasi dan lebih mampu mempertahankan perhatian dalam waktu yang lebih panjang.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU