TNI AL telah mengerahkan 200 personel Marinir untuk mencari 19 prajurit yang hilang setelah longsor di Cisarua, Bandung Barat, saat latihan pratugas.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Proses pencarian ini didukung oleh teknologi canggih seperti drone thermal dan anjing pelacak, sementara evakuasi terus dilakukan secara masif.
Proses Pencarian yang Terus Berlanjut
Musibah yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, telah melibatkan berbagai unsur dalam upaya pencarian untuk menyelamatkan prajurit yang hilang. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, menyatakan, "TNI AL bersama unsur-unsur terkait sampai saat ini terus berupaya mengevakuasi korban dengan menerjunkan sebanyak 200 personel Marinir."
Tim pencarian mengombinasikan kekuatan manusia dengan teknologi tercanggih untuk mempercepat proses evakuasi. Penggunaan drone thermal dan anjing pelacak dinilai efektif dalam menjangkau titik-titik sulit di kawasan longsor.
Hingga hari kedua pencarian, tim berhasil menemukan 4 prajurit dalam keadaan meninggal dunia. Total korban yang terdampak musibah ini mencapai 23 orang, dengan harapan tim dapat menemukan sisanya dalam waktu dekat.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Dukungan Moril untuk Keluarga Korban
Laksamana Pertama Tunggul menegaskan pentingnya perhatian kepada keluarga para prajurit yang hilang. "Kami memastikan seluruh hak almarhum dan keluarga akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Santunan maupun pendampingan akan terus kami berikan," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Komitmen TNI AL untuk memenuhi kebutuhan dan hak-hak keluarga menjadi prioritas di tengah situasi sulit ini. Di bawah tekanan emosional akibat kehilangan, dukungan semacam ini diharapkan dapat memberikan kesejukan bagi mereka yang ditinggalkan.
Musibah ini tak hanya menyentuh hati TNI AL, melainkan juga seluruh rakyat Indonesia, yang menyaksikan dedikasi para prajurit dalam menjalankan tugas mereka.
Dedikasi Prajurit di Tengah Cuaca Buruk
Pencarian berlangsung saat para prajurit Marinir melakukan latihan pratugas dalam satuan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG. Latihan ini dilaksanakan di tengah kondisi cuaca buruk, dengan hujan deras yang memicu longsor.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut menegaskan bahwa, "Dedikasi dan loyalitas para prajurit yang gugur ini merupakan wujud nyata pengorbanan TNI AL dalam menjaga keutuhan NKRI."
Keberanian para prajurit yang gugur selama latihan menunjukkan semangat juang tanpa pamrih demi menjaga keamanan negara, meskipun mereka harus menghadapi bahaya di lapangan.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: