Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi tuduhan dari Amerika Serikat yang mengklaim bahwa WHO telah mencoreng nama baik negara tersebut. Reaksi ini muncul setelah AS resmi mengumumkan keputusan untuk keluar dari organisasi tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Dalam keterangan tertulisnya, WHO menegaskan bahwa tuduhan ini tidak berdasar dan menekankan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan semua Negara Anggota, termasuk Amerika Serikat.
Tuduhan dari Amerika Serikat dan Respon WHO
Pemerintah AS dibawah kepemimpinan Donald Trump mengklaim bahwa WHO sering mempermalukan negara tersebut melalui berbagai tindakan. Dalam merespon tuduhan ini, WHO menyatakan, "Seperti halnya terhadap setiap Negara Anggota, WHO selama ini selalu berupaya menjalin keterlibatan dengan Amerika Serikat secara itikad baik, dengan penuh penghormatan terhadap kedaulatannya."
WHO merinci langkah-langkah yang telah diambil dalam menangani isu pandemi Covid-19, di mana mereka mengaktifkan sistem manajemen insiden darurat setelah menerima laporan awal mengenai kasus di Wuhan, China pada 31 Desember 2019. "Sepanjang pandemi, WHO bertindak cepat, membagikan seluruh informasi yang dimilikinya secara cepat dan transparan kepada dunia, serta memberikan rekomendasi kepada Negara Anggota berdasarkan bukti terbaik yang tersedia," tambah mereka.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Keputusan AS untuk Keluar dari WHO
AS mengumumkan keluarnya dari WHO pada 22 Januari, proses ini dimulai dengan Perintah Eksekutif yang ditandatangani oleh Trump. Dalam pernyataan Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS), keputusan tersebut diambil setelah masa pemberitahuan selama satu tahun.
"Pada 20 Januari 2025, Presiden Donald Trump menandatangani Perintah Eksekutif 14155 yang secara resmi memulai proses penarikan Amerika Serikat dari WHO," bunyi pernyataan tersebut. Keputusan ini melahirkan berakhirnya kerjasama antara AS dan WHO di tengah kritik yang terus berkembang.
Pandangan WHO terhadap Tuduhan dan Tindakan Mereka
WHO mengakui bahwa tidak ada organisasi atau pemerintah yang sempurna dalam menangani krisis kesehatan seperti ini. Mereka tetap berkomitmen untuk mendukung negara-negara dalam membuat keputusan yang paling sesuai dengan situasi mereka masing-masing.
"WHO merekomendasikan penggunaan masker, vaksin, dan pembatasan jarak fisik, namun tidak pernah merekomendasikan kewajiban masker, kewajiban vaksin, maupun kebijakan lockdown," jelas WHO dalam penjelasannya. Mereka berharap kolaborasi global dalam mengatasi pandemi dapat tetap terjaga meskipun AS menarik diri dari organisasi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: