Jumlah korban meninggal akibat insiden kepulan asap di kawasan tambang Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, kini bertambah menjadi 11 orang. Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, dalam pertemuan dengan keluarga korban.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Insiden terjadi pada tanggal 22 Januari 2026, dengan para korban berasal dari tiga kecamatan. Kapolda juga memastikan upaya penyelamatan masih dilanjutkan untuk mencari kemungkinan adanya korban lain.
Rincian Korban dan Upaya Evakuasi
Kapolda mengatakan bahwa dari 11 korban, mereka berasal dari Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, dan Kecamatan Sukajaya. Dalam pernyataannya, Rudi Setiawan menekankan, "Alhamdulillah untuk Nanggung sudah tiga orang yang kami selamatkan dan dari beberapa desa-desa lagi sudah kami selamatkan itu kurang lebih berjumlah 11 orang."
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut bahwa kelima korban yang meninggal diduga sebagai penambang emas ilegal yang terjebak dalam lubang galian. Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Suprianta, mendetailkan, "Total ada lima orang (korban meninggal dunia)."
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Tindakan Pascatragedi
Kapolda Rudi Setiawan melaporkan bahwa pemakaman semua korban telah dilaksanakan. "Dari semuanya itu dan sudah diserahkan atau sudah kembali kepada keluarganya untuk selanjutnya dilakukan pemakaman," ungkapnya.
Untuk meringankan beban keluarga, pihak kepolisian juga telah memberikan bantuan yang diperlukan. Rudi menambahkan, jika di kemudian hari diperlukan tindakan lebih lanjut seperti otopsi, pihaknya siap untuk melakukan hal tersebut. "Sementara ini keluarga langsung dikebumikan. Nanti apabila dalam proses-proses lain diperlukan tindakan, itu akan kami lakukan (otopsi)," ucapnya.
Penyelidikan dan Dugaan Korban Lainnya
Hingga saat ini, situasi masih belum sepenuhnya jelas terkait kemungkinan adanya warga lain yang terjebak di dalam lubang galian ilegal akibat kepulan asap tersebut. Kapolda meminta kerjasama masyarakat untuk melaporkan jika ada anggota keluarga yang hilang.
"Kami membuka ruang atau informasi setiap hari dan setiap saat supaya yang warganya hilang melaporkan ke kami," tutur Rudi Setiawan.
Beberapa pihak juga menyatakan keprihatinannya tentang kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan. Pengawasan serta operasi penyelamatan masih berlangsung dengan tujuan memastikan tidak ada warga yang terjebak lebih lama di lokasi.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: