Presiden Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan kunjungan kerja di Inggris dan membawa pulang sejumlah kesepakatan penting. Di antara kesepakatan tersebut, investasi mencapai 4 miliar pound sterling atau setara dengan Rp 90 triliun.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kunjungan ini melibatkan pertemuan dengan tokoh penting seperti Raja Charles III dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, berfokus pada kerja sama di bidang maritim dan pendidikan.
Kesepakatan Investasi dan Pengembangan Maritim
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa investasi dari Inggris akan berkontribusi dalam pembangunan sektor maritim Indonesia. Salah satu proyek utama adalah pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan dirakit di tanah air.
Proyek ini diharapkan dapat menciptakan sekitar 600 ribu lapangan pekerjaan, yang menjadi peluang besar bagi peningkatan perekonomian lokal. Keberadaan kapal nelayan tersebut akan memperkuat kapasitas produksi dan memperbaiki sektor perikanan.
Dengan bantuan teknologi dan sumber daya yang lebih baik, proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan sektor perikanan di Indonesia.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan
Penguatan Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan
Selain aspek ekonomi, kunjungan ini juga berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan. Pertemuan dengan 24 profesor dari universitas terkemuka di Inggris, termasuk King's College London dan University of Oxford, menandakan komitmen ini.
'Intinya satu, yang pertama ada kerja sama pendidikan. Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran dan STEM,' jelas Teddy Indra Wijaya.
Usulan untuk mendirikan kampus-kampus baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia serta jumlah mahasiswa yang belajar di Inggris melalui berbagai program pertukaran.
Dampak Positif bagi Indonesia
Teddy Indra Wijaya menekankan pentingnya manfaat konkret dari setiap agenda kunjungan luar negeri Presiden Prabowo. 'Intinya ini Bapak Presiden kalau ke luar negeri, itu beliau ingin ada yang didapatkan,' tambahnya.
Diharapkan, kesepakatan-kesepakatan ini tidak hanya berdampak positif pada sektor ekonomi, tetapi juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia dan lembaga pendidikan di Indonesia.
Keberhasilan dalam menjalin hubungan bilateral antara Indonesia dan Inggris memberi peluang baru untuk menghadapi tantangan global di masa depan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: