Rabu, 21 JANUARI 2026 • 18:52 WIB

Meningkatnya PHK di Indonesia: Sektor Manufaktur Tergerus Dampak Geopolitik

Author

Meningkatnya PHK di Indonesia: Sektor Manufaktur Tergerus Dampak Geopolitik

Pada tahun 2025, sebanyak 88.519 pekerja di Indonesia menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK), dengan sektor manufaktur menjadi penyumbang utama angka tersebut.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan bahwa peningkatan PHK ini dipicu oleh ketegangan geopolitik global yang berdampak pada perdagangan internasional.

Dampak Geopolitik terhadap Aktivitas Perdagangan

Ketegangan geopolitik global telah menimbulkan dampak signifikan pada perdagangan ekspor dan impor. Indah Anggoro Putri, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, menyatakan, "Pertama kan ada tekanan juga dari ekspor-impor, itu pasti."

Ia menambahkan, "Kondisi dunia di 2025 awal terutama sampai semester pertama kan masih ada dinamika cukup tinggi, geopolitik, ada perang dan sebagainya, pasti itu pengaruh ke ekspor."

Akibatnya, industri yang sangat bergantung pada perdagangan internasional, terutama sektor manufaktur, mengalami tekanan yang cukup besar, yang berujung pada angka PHK yang melonjak.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji

Statistik PHK di Indonesia

Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah PHK tertinggi, mencatat 18.815 orang atau sekitar 21,26% dari total angka nasional. Hal ini menunjukkan bahwa dampak PHK tidak merata dan terkonsentrasi di wilayah dengan ketergantungan tinggi pada sektor manufaktur.

Kondisi ini menyoroti perlunya perhatian lebih dari pemerintah untuk menangani konsekuensi sosial dan ekonomi yang muncul akibat fenomena ini.

Keberlanjutan sektor-sektor yang terpengaruh sangat bergantung pada upaya pemerintah dan stakeholder terkait dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Inisiatif Kementerian Ketenagakerjaan

Menghadapi lonjakan PHK, Kemnaker telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengurangi angka pengangguran serta mendukung pekerja yang terdampak. Indah menyebutkan, "Ada magang nasional bagi para penganggur baru yang terdidik ya. Tadi disampaikan (Menaker Yassierli) sudah mencapai target 100 ribu peserta."

Pemerintah berencana untuk meningkatkan jumlah peserta magang menjadi 150 ribu dan mengintensifkan pelatihan kerja yang melibatkan serikat pekerja, guna lebih mendukung pekerja yang terkena dampak PHK.

Inisiatif ini menjadi cikal bakal untuk mempersiapkan tenaga kerja yang lebih kompetitif di pasar global yang terus berubah.

Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU