Senin, 19 JANUARI 2026 • 14:39 WIB

Larangan Melintas untuk Truk Tronton di Jembatan Bailey Bireuen

Author

Larangan Melintas untuk Truk Tronton di Jembatan Bailey Bireuen

Jembatan Bailey di Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, kini melarang truk tronton yang membawa muatan lebih dari 30 ton untuk melintas karena kerusakan pada lantai jembatan tersebut.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Larangan ini diberlakukan setelah terdeteksi adanya kelebihan tonase yang diduga memperparah kerusakan dan mengganggu lalu lintas di area sekitar.

Kondisi Jembatan dan Dampak Kebijakan

Jembatan Bailey, yang berfungsi sebagai penghubung jalan lintas nasional di wilayah pesisir timur Aceh, mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir pada akhir November 2025.

Perbaikan jembatan ini baru selesai pada akhir Desember 2025, dan saat ini, petugas menerapkan sistem buka tutup bagi kendaraan untuk mengatur lalu lintas dan mencegah kecelakaan.

Kebijakan pelarangan ini diharapkan dapat menjaga keselamatan masyarakat yang bergantung pada infrastruktur jalan tersebut.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Langkah Pemerintah dan Penanganan Jangka Pendek

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan bahwa pemprov telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Kementerian Perhubungan untuk mengatasi masalah ini.

Dua unit timbangan truk akan dipasang di dua titik strategis, masing-masing dari arah Lhokseumawe dan Banda Aceh, demi menindaklanjuti kelebihan muatan yang sering merusak jalan.

Muhammad MTA menyatakan, "Saat ini, dua unit timbangan truk telah dipersiapkan oleh Kementerian Perhubungan dan akan ditempatkan di dua titik."

Reaksi dari Pengusaha Transportasi

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Provinsi Aceh, melalui Muhammad Furqan Firmandez, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kebijakan larangan ini, yang dinilai berdampak signifikan bagi transportasi barang, terutama komoditas sembako.

Furqan menambahkan, "Tentu kebijakan itu juga berdampak besar pada naiknya harga sembako seperti harga telur, minyak, sirup dan bahan baku lain."

Ia juga mencatat bahwa penggunaan jalur alternatif akan memperlama waktu tempuh dan meningkatkan biaya transportasi, yang pada akhirnya akan berimbas pada harga barang di pasaran.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU