Déjà vu adalah fenomena yang sering membuat banyak orang merasa kebingungan, seolah-olah mereka telah mengalami suatu momen sebelumnya. Meskipun banyak yang merasakannya, pemahaman mendalam tentang apa yang terjadi dalam otak ketika mengalami déjà vu masih menjadi misteri.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Istilah 'déjà vu' berasal dari bahasa Prancis yang berarti 'sudah terlihat', merujuk pada perasaan akrab saat menghadapi situasi tertentu. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di balik pengalaman ini?
Apa Itu Déjà Vu?
Déjà vu merupakan pengalaman yang umum dan sering kali membuat bingung. Saat merasakannya, seseorang akan merasa seolah-olah situasi yang sedang dihadapi adalah hal yang sudah pernah dialami sebelumnya.
Bagi sebagian orang, perasaan ini bisa menyenangkan, namun ada juga yang merasa aneh. Pangkal dari pengalaman ini membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai asal-usul dan penyebabnya.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Kaitan Antara Déjà Vu dan Otak
Berdasarkan studi ilmiah, déjà vu berhubungan erat dengan cara otak dalam memproses ingatan dan mengenali konteks. Ketika seseorang mengalami déjà vu, bisa jadi otak tak mampu mengenali waktu dan tempat dengan akurat.
Kondisi ini muncul ketika ada kombinasi antara ingatan lama dan pengalaman baru yang menciptakan rasa familiar dengan situasi saat itu. Proses ini masih diteliti lebih jauh oleh para ilmuwan.
Faktor Pemicu Déjà Vu
Penelitian menunjukkan bahwa déjà vu lebih umum terjadi pada individu berusia muda serta dalam kondisi tertentu seperti kelelahan dan stres. Ini menunjukkan bahwa sistem saraf bisa lebih rentan ketika dalam keadaan tertentu.
Selain itu, ada bukti bahwa kondisi neurologis seperti epilepsi temporal dapat berkontribusi pada terjadinya déjà vu. Hal ini menekankan pentingnya memahami dari sisi kesehatan mental dan neurologis.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: