Minggu, 18 JANUARI 2026 • 21:53 WIB

Penindakan Keras Redakan Aksi Protes di Iran, Korban Tewas Meningkat Drastis

Author

Penindakan Keras Redakan Aksi Protes di Iran, Korban Tewas Meningkat Drastis

Unjuk rasa menentang pemerintah Iran yang berlangsung beberapa waktu terakhir menunjukkan tanda-tanda mereda setelah tindakan represif dari pemerintah dan pemadaman internet yang berkepanjangan.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Jumlah korban tewas akibat tindakan keras tersebut dilaporkan mencapai 3.428 orang, dengan banyak indikasi bahwa angka aslinya lebih tinggi.

Latar Belakang Unjuk Rasa

Aksi protes di Iran mulai berkembang sejak 28 Desember lalu, dimulai di Bazar Teheran sebagai reaksi terhadap inflasi yang meningkat.

Dengan bertambahnya waktu, gerakan ini berevolusi menjadi tuntutan yang lebih luas, menyerukan perubahan sistem pemerintahan yang telah ada sejak revolusi 1979.

Sejak 8 Januari, demonstrasi menyebar ke berbagai kota besar, namun pemerintah segera menanggapi dengan pemadaman internet yang berlangsung selama lebih dari seminggu.

Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Dampak Penindasan Terhadap Aksi Protes

Institut Studi Perang yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan bahwa penindasan yang dilakukan oleh pemerintah sangat mungkin menurunkan intensitas gerakan protes.

"Pengerahan pasukan keamanan yang meluas oleh rezim ini tidak berkelanjutan, memungkinkan aksi protes untuk terus berlangsung," jelas laporan tersebut.

Dalam konteks ini, Iran Human Rights (IHR) mencatat sebanyak 3.428 demonstran sudah dipastikan tewas, namun banyak pengamat menilai bahwa angka sesungguhnya mungkin lebih tinggi.

Perbedaan Data Korban

IHR mencatat bahwa korban tewas bisa lebih dari 5.000 dan dalam beberapa asumsi bahkan mencapai 20.000 orang, meskipun verifikasi independen sangat tersulit karena pemadaman internet.

Di sisi lain, saluran oposisi berbahasa Persia, Iran Internasional, melaporkan sedikitnya 12.000 kematian selama aksi protes ini.

Direktur IHR, Mahmood Amiry-Moghaddam, menyebutkan bahwa ada "kesaksian mengerikan dari para saksi mata" yang menggambarkan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di lapangan.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU