Tim SAR berhasil menemukan Emergency Locator Transmitter (ELT) milik pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Alat berwarna oranye tersebut awalnya disangka sebagai kotak hitam, tetapi identifikasi itu kemudian diperbaiki.
Detail Penemuan ELT
Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan menjelaskan bahwa kesalahan identifikasi ELT sebagai kotak hitam disebabkan oleh kemiripannya.
"Setelah dicek kembali dan diteliti, itu ternyata bukan blackbox walaupun warnanya sama (dengan blackbox)," ujarnya kepada wartawan di Posko Tim SAR, Desa Tompobulu.
Andre menambahkan bahwa alat tersebut merupakan Emergency Locator Transmitter yang berfungsi sebagai alat pendeteksi radar pesawat.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Spesifikasi Alat Pemancar
Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan spesifikasi ukuran ELT yang ditemukan, yaitu sekitar 22 cm x 30 cm.
"Ukurannya untuk ELT, tadi kita sudah lihat sekitar 22 x 30 Cm, itu memang terpasang di kepala pesawat," jelas Andi Sultan.
Dia juga menekankan bahwa alat tersebut ditemukan di bagian depan pesawat, sedangkan kotak hitam biasanya terletak di bagian belakang.
Proses Pencarian
Tim SAR melakukan pencarian dengan berbagai alat dan metode, berhasil menemukan ELT pada malam kejadian jatuhnya pesawat.
Sebelumnya, ucapan Warga Pangkep sangat membantu pencarian, meski kondisi medan di Gunung Bulusaraung sangat menantang.
Pihak Basarnas dan jajarannya berupaya semaksimal mungkin untuk mengevaluasi situasi sekaligus mengamankan lokasi kejadian.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: