Seto Mulyadi, yang biasa dikenal sebagai Kak Seto, memberikan tanggapan resmi terhadap tudingan pengabaian laporan Aurelie Moeremans yang muncul belakangan ini.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Tuduhan ini terangkat setelah Aurelie merilis buku digital berjudul 'Broken Strings', yang menyuarakan pengalamannya terhadap praktik grooming dan kekerasan.
Latar Belakang Tuduhan
Tuduhan terhadap Kak Seto muncul seiring dengan rilis buku 'Broken Strings' oleh Aurelie Moeremans, yang mengisahkan pengalaman pahit dalam hidupnya.
Dalam buku tersebut, Aurelie menyoroti pengabaian terhadap aduan yang diajukan saat masih remaja, isu yang mencuat kembali ke publik.
Menanggapi hal tersebut, Kak Seto melalui platform media sosialnya meminta semua pihak untuk bersikap jernih dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Laporan Dahulu dan Tindakan yang Diharapkan
Diketahui sebelumnya, Jean Marc Moeremans, ayah Aurelie, telah melaporkan persoalan ini kepada Komnas Perlindungan Anak yang saat itu dipimpin oleh Kak Seto.
Laporan tersebut menuding adanya seorang pria yang terlibat dalam masalah yang diangkat oleh Aurelie.
Namun, laporan itu tidak membuahkan tindakan hukum yang diharapkan, menyisakan banyak pertanyaan di benak publik mengenai tanggapan lembaga terkait di masa lalu.
Pernyataan Kak Seto dan Apresiasi terhadap Korban
Kak Seto menegaskan bahwa praktik grooming adalah fenomena yang sangat disayangkan dan perlu pencegahan untuk melindungi anak-anak dari kekerasan.
Ia menyatakan, 'Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming', menekankan komitmen lembaga dalam perlindungan anak.
Seto juga memberikan penghargaan kepada setiap individu yang berani berbicara mengenai pengalaman mereka, serta mendorong perlunya perbaikan sistem perlindungan anak yang lebih efektif di masa depan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: