Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menegaskan bahwa pulau tersebut berkomitmen untuk tetap menjadi bagian dari Denmark, menolak tawaran dari Amerika Serikat untuk bergabung.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Pernyataan tersebut diungkapkan dalam sebuah konferensi pers menjelang dialog strategis di Gedung Putih, di mana status Greenland menjadi topik hangat di tengah ketegangan geopolitik.
Pernyataan Tegas PM Nielsen
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Kopenhagen, PM Nielsen mengungkapkan, "Kami sekarang menghadapi krisis geopolitik, dan jika kita harus memilih antara Amerika Serikat dan Denmark di sini dan sekarang, kami memilih Denmark."
Pernyataan ini mencerminkan sikap tegas Greenland dalam menghadapi pengaruh dan tekanan dari AS, yang selama ini aktif berupaya untuk mengambil alih pulau tersebut.
Hal ini menunjukkan ketidakpuasan dan kekhawatiran masyarakat Greenland terhadap inisiatif AS yang dianggap mengancam kedaulatan mereka.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Ketegangan dengan Amerika Serikat
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengemukakan niatnya untuk membeli Greenland, yang dianggap oleh pemerintah Denmark dan Greenland sebagai langkah provokatif.
Nielsen menambahkan, "Satu hal harus jelas bagi semua pihak: Greenland tidak ingin dimiliki oleh Amerika Serikat. Greenland tidak ingin diperintah oleh Amerika Serikat. Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat."
Penegasan ini menunjukkan penolakan tegas terhadap ambisi AS, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga identitas dan kedaulatan Greenland.
Rencana Pertemuan dengan Pihak AS
Menteri Luar Negeri Denmark dan Greenland dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden AS dan Menteri Luar Negeri AS, guna membahas isu masa depan Greenland dan mempererat hubungan kedua negara.
Lars Lokke Rasmussen, Menteri Luar Negeri Denmark, menyatakan bahwa mereka telah meminta pertemuan tersebut di Gedung Putih untuk mendiskusikan isu strategis terkait wilayah Arktik.
Perbincangan ini diharapkan dapat menjernihkan ketegangan dan mencari solusi yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: