Kecelakaan serius terjadi di tambang emas milik PT Antam, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 14 Januari 2026. Kejadian ini mengundang perhatian publik karena munculnya kepulan asap yang menghawatirkan di lokasi.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menyebutkan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi, meskipun petugas belum bisa memasuki area akibat kadar karbondioksida (CO2) yang tinggi.
Penyebab dan Tindakan Awal
Kecelakaan di tambang yang beroperasi di daerah Pongkor ini menambah daftar insiden serius yang perlu diinvestigasi lebih lanjut. Kapolres Bogor mengungkapkan bahwa instansi terkait sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk menyelidiki penyebab kejadian.
Wikha menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas, dan oleh karena itu, petugas belum dapat memasuki area yang terpengaruh. Kadar CO2 yang tinggi menjadi faktor penentu keselamatan selama proses penyelamatan berlanjut.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Situasi di Lokasi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai jumlah atau kondisi para penambang yang mungkin terjebak di dalam tambang akibat insiden tersebut. Pihak berwenang mengambil pendekatan hati-hati menyusul kondisi udara yang belum aman.
Dari informasi awal, pihak kepolisian menilai bahwa keadaan di lokasi sangat berisiko dan memerlukan evaluasi yang akurat. 'Info sementara ada asap. Kalau ledakan, nanti saya cek dulu setelah sampai lokasi,' jelas Wikha, menggambarkan ketidakpastian di lapangan.
Dampak dan Penanganan
Insiden ini menyoroti tantangan yang dihadapi industri pertambangan, terutama dalam hal keselamatan pekerja. Pihak berwenang diharapkan segera menyelidiki dan menilai kembali standar keselamatan yang diterapkan di tambang ini.
Sejumlah informasi mengindikasikan bahwa tambang emas di Pongkor telah beroperasi cukup lama dan sering kali dihubungkan dengan berbagai risiko terkait kegiatan penambangan subterranean. Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan teknik yang digunakan di lokasi ini menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: