Kekurangan vitamin D telah menjadi salah satu masalah kesehatan yang kian meluas, terutama di wilayah dengan paparan sinar matahari yang minim.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Berbagai gejala yang muncul bisa menjadi pertanda bahwa kebutuhan vitamin D dalam tubuh tidak terpenuhi dengan baik.
Gejala Fisik Kekurangan Vitamin D
Salah satu indikasi awal kekurangan vitamin D adalah rasa lelah yang berkepanjangan. Hal ini terjadi karena vitamin D berfungsi penting dalam mendukung kekuatan otot dan level energi.
Rasa nyeri pada otot dan tulang juga sering kali menjadi sinyal awal. Vitamin D berperan dalam menjaga kesehatan tulang yang optimum melalui pengaturan penyerapan kalsium.
Kondisi kulit juga dapat terpengaruh, di mana muncul bercak-bercak kehijauan atau kemerahan akibat kurangnya vitamin D. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya vitamin ini bagi kesehatan kulit.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dampak Jangka Panjang Kekurangan Vitamin D
Kekurangan vitamin D jika dibiarkan dapat menyebabkan pengeroposan tulang atau osteoporosis, terutamanya pada usia lanjut. Kondisi ini sangat berisiko bagi lansia yang mengalami penurunan kepadatan tulang.
Sebagai tambahan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D berhubungan dengan masalah kesehatan mental seperti depresi. Vitamin ini berkontribusi terhadap kesehatan otak serta pengaturan suasana hati.
Dalam jangka panjang, kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Penelitian telah menyatakan adanya hubungan signifikan antara rendahnya kadar vitamin D dengan masalah kesehatan yang serius.
Cara Mencegah Kekurangan Vitamin D
Paparan sinar matahari merupakan sumber utama vitamin D, maka penting bagi individu untuk menghabiskan waktu di luar ruangan, khususnya pada pagi hari ketika sinar matahari paling baik.
Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D, seperti ikan salmon, minyak hati ikan cod, dan produk susu yang difortifikasi, adalah langkah penting lainnya untuk mencegah kekurangan.
Dalam beberapa situasi, penggunaan suplemen vitamin D mungkin diperlukan, terutama untuk individu dengan risiko tinggi terhadap kekurangan. Konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan sebelum memulai konsumsi suplemen.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: