Minggu, 11 JANUARI 2026 • 20:00 WIB

Kemenkes Meminta Solusi atas Tingginya Tarif Tiket Pesawat ke Aceh untuk Relawan Kemanusiaan

Author

Kemenkes Meminta Solusi atas Tingginya Tarif Tiket Pesawat ke Aceh untuk Relawan Kemanusiaan

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, secara resmi mengeluhkan tingginya tarif tiket pesawat menuju Aceh. Hal ini berimplikasi pada keberangkatan relawan yang harus mencari alternatif perjalanan melalui Malaysia.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Kritik tersebut disampaikan dalam rapat bersama DPR di Banda Aceh pada 10 Januari 2026, di mana Budi menyoroti masalah logistik yang menghambat misi kemanusiaan relawan Kemenkes.

Kenaikan Harga Tiket Pesawat ke Aceh

Rapat yang berlangsung di Banda Aceh mengungkapkan bahwa tiket pesawat menuju Aceh dapat mencapai harga antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Budi menyampaikan, 'Karena kita, yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia, karena murah tuh kirim lewat Malaysia.'

Alternatif perjalanan ini dipilih karena tingginya biaya tiket, tetapi menimbulkan masalah baru bagi identitas relawan Kemenkes yang datang. Hal ini melahirkan kekeliruan identitas di media sosial di mana relawan Indonesia justru dianggap sebagai relawan dari Malaysia.

Dampak Negatif terhadap Identitas Relawan

Budi mengungkapkan ketidaknyamanan terkait kekeliruan yang terjadi, di mana relawan Kemenkes yang datang dari Malaysia viral di media sosial. 'Masuk tuh relawan Kemenkes tuh 400 dari Malaysia dengan baju biru-biru kayak gini, keluar di IG, 'alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang',' jelasnya.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Kekeliruan ini tidak hanya membingungkan masyarakat tetapi juga dapat merusak citra Indonesia di mata dunia, terutama dalam konteks kemanusiaan. Hal ini menambah tantangan bagi relawan dalam menjalankan misi mereka di lapangan.

Permohonan Dukungan dan Kebutuhan Relawan

Menyusul situasi ini, Budi meminta pihak terkait untuk memberikan solusi dalam bentuk tiket pesawat dengan harga khusus bagi relawan Kemenkes. Hal ini diperlukan karena mereka membawa banyak perbekalan yang memerlukan biaya tambahan untuk pengiriman.

Budi berharap, 'Jadi itu permintaan pertama kita, kalau bisa kita harganya jangan terlalu jauh dengan yang lewat Malaysia.' Situasi ini menjadi krusial mengingat relawan diperlukan untuk mendukung tenaga medis yang sudah berjuang di lokasi bencana.

Lebih jauh, Budi menyatakan perlunya penambahan relawan, 'Padahal kita butuh 700-800 kita kirim per 2 minggu untuk bantu teman-teman tenaga kesehatan Aceh, terutama di pos pengungsian dan desa terpencil.'

Tantangan dan Kerja Sama Pasca Bencana di Aceh

Aceh saat ini sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana alam yang memerlukan banyak tenaga medis dan relawan untuk menanggulangi masalah. Kemenkes berusaha mencari solusi logistik terbaik dengan meningkatkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.

Budi menegaskan perlunya kolaborasi untuk mengoptimalkan respon terhadap bencana dan mendesak agar semua pihak memberikan dukungan yang diperlukan. Diharapkan, pemberian perhatian yang lebih besar terhadap isu ini dapat menciptakan langkah-langkah proaktif untuk memperkuat keberadaan relawan Kemenkes di daerah terdampak.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU