Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 22:48 WIB

Kekuatan Gempa 7,1 Guncang Melonguane, Getarannya Terasa Hingga Ternate dan Bitung

Author

Kekuatan Gempa 7,1 Guncang Melonguane, Getarannya Terasa Hingga Ternate dan Bitung

Hingga pukul 21.58 WIB pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, wilayah Melonguane, Sulawesi Utara diguncang oleh gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo.

Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan

Getaran dari gempa ini dirasakan cukup luas, termasuk di Ternate, Maluku Utara, sesuai keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Detail Gempa dan Skala MMI

Berdasarkan informasi dari BMKG, pusat gempa terletak di 52 km tenggara Melonguane dengan kedalaman 17 kilometer. Meskipun tidak ada potensi tsunami, dampak gempa dirasakan di beberapa daerah sekitarnya.

Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) menunjukkan bahwa getaran terdeteksi pada skala III-IV di beberapa wilayah seperti Tobelo, Sitaro, serta III di Ternate dan Minahasa Utara.

Dampak gempa bervariasi, dengan sejumlah bangunan mengalami respons berbeda; beberapa gelas terlihat goyang akibat getaran. Pada skala MMI II, gempa hanya terasa oleh beberapa orang, sementara pada MMI III, getaran dirasakan lebih kuat di dalam rumah.

Skala IV menandakan dampak yang lebih signifikan, di mana banyak orang merasakan getaran dan beberapa benda mulai pecah.

Respons Masyarakat dan Pihak Berwenang

Setelah kejadian gempa, BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, serta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Kepala BMKG menyampaikan, "Pusat gempa berada di laut, dan kami terus memantau situasi ini untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat."

Pemerintah setempat berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk melakukan penanganan yang diperlukan dan menilai dampak yang mungkin ditimbulkan akibat peristiwa ini.

Hasil evaluasi awal menunjukkan potensi kerusakan yang bervariasi, dengan tim di lapangan mulai melakukan pengamatan.

Sejarah Seismik di Wilayah Sulawesi Utara

Dikenal sebagai daerah rawan gempa, Sulawesi Utara berada di Cincin Api Pasifik, yang menjadi penyebab berbagai kejadian seismik yang signifikan dalam sejarah.

Penelitian terus dilakukan untuk memantau pola seismik dan lebih memahami aktivitas gempa di wilayah ini. Ini penting untuk identifikasi potensi risiko di masa depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai lembaga telah bekerja untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keamanan saat terjadi gempa, berfokus pada edukasi dan persiapan bencana.

Ke depannya, riset dan pengembangan dalam mitigasi bencana diharapkan dapat meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU