Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 18:24 WIB

Ketidakpuasan Masyarakat Iran Memuncak: Internet Diputus, Protes Meningkat

Author

Ketidakpuasan Masyarakat Iran Memuncak: Internet Diputus, Protes Meningkat

Demonstrasi di Iran semakin meluas, menyebabkan pemerintah memutuskan koneksi internet di seluruh negeri. Langkah tersebut diambil setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei menganggap para pengunjuk rasa berperilaku merusak.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran

Gelombang protes yang mencuat sejak akhir Desember lalu, dipicu oleh tingginya inflasi dan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, semakin mendalam dengan ancaman dan tindakan represif.

Pemutusan Internet dan Tindakan Represif

Wakil pemerintah Iran memutuskan koneksi internet secara nasional setelah Ali Khamenei memberikan peringatan yang keras kepada demonstran. Kelompok pemantau NetBlock mencatat bahwa pemutusan tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya reaksi terhadap protes di berbagai daerah.

Dalam pernyataannya, Khamenei menyebut bahwa aksi demonstrasi sebagai tindakan merusak dan mengklaim bahwa para pengunjuk rasa adalah pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 'Semalam di Teheran, sekelompok perusak dan perusuh datang dan menghancurkan bangunan milik negara,' katanya menekankan dampak dari aksi tersebut.

Sementara itu, faksi oposisi di luar negeri yang dipimpin oleh Reza Pahlavi menyerukan untuk melakukan lebih banyak demonstrasi dan mendorong warga Iran untuk 'turun ke jalan' sebagai respons terhadap penanggulangan pemerintah.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Dampak Dari Protes di Lapangan

Gambar-gambar yang dilaporkan oleh media pemerintah menunjukkan kerusakan parah di berbagai kota, termasuk kendaraan dan infrastruktur publik yang terbakar. Para jurnalis lokal menggambarkan situasi saat ini sebagai 'zona perang', dengan pelabuhan Rasht yang terdampak menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.

Kekecewaan warga terhadap masalah ekonomi, khususnya inflasi yang ekstrem, semakin mendalam seiring dengan aksi represif yang dianggap berlebihan oleh pemerintah. Ketidakpuasan ini ditambah dengan ancaman terus-menerus dari pemerintah untuk menindak para pengunjuk rasa.

Krisis yang berkepanjangan mendorong seruan untuk perubahan rezim, dengan demonstrasi terus berlangsung hampir di seluruh wilayah Iran. Khamenei meminta agar para demonstran 'ditempatkan pada tempatnya', seruan tersebut justru memperburuk kemarahan publik yang tersebar.

Upaya Pemerintah Dalam Meredakan Ketegangan

Menanggapi situasi yang semakin menegangkan, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, berupaya mendorong dialog dengan masyarakat dan menyusun rencana pemulihan ekonomi. Langkah-langkah komunikatif diharapkan dapat meredakan ketegangan yang terus meningkat.

Namun, sikap Khamenei yang terus-menerus melontarkan tuduhan bahwa para pengunjuk rasa merupakan agen asing dan merusak citra rakyat membuat tuntutan akan reformasi semakin menggema. Ketidakpuasan ini menciptakan ketegangan baru di kalangan masyarakat, yang merasa hak mereka diabaikan.

Laporan terbaru dari berbagai organisasi menunjukkan bahwa protes terus berlangsung dengan diiringi peningkatan ketegangan di lapangan, menandakan bahwa resolusi atas masalah ini belum terlihat.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU