Kamis, 08 JANUARI 2026 • 17:47 WIB

Kisah Penipuan Pekerjaan Pramugari: Ketika Impian Berujung Kecewa

Author

Kisah Penipuan Pekerjaan Pramugari: Ketika Impian Berujung Kecewa

Seorang wanita bernama Khairun Nisa mengalami kejadian tragis saat berusaha menjadi pramugari di Batik Air, terjebak dalam penipuan yang mengurasnya hingga Rp 30 juta. Modus operandi pelaku menjadi perhatian pihak kepolisian yang mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mencari pekerjaan di sektor penerbangan.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH

Setelah ditipu, Nisa terpaksa berpura-pura menjadi pramugari dan membuat unggahan palsu di media sosial untuk menutupi kekecewaannya di hadapan keluarga. Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya verifikasi dalam proses pencarian pekerjaan.

Modus Penipuan yang Dihadapi Nisa

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menjelaskan bahwa Nisa dikenalkan oleh seseorang yang menjanjikan untuk membantunya mendapatkan pekerjaan sebagai pramugari. Nisa berangkat dari Palembang menuju Jakarta setelah mendapatkan izin dari ibunya untuk mendaftar.

"Yang bersangkutan itu orang Palembang, tinggal di Palembang dia ke Jakarta izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari. Kemudian datang ke Jakarta dia, ketemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang," ungkap Yandri.

Setelah dibujuk rayu, Nisa diminta untuk membayar Rp 30 juta untuk mendapatkan posisi tersebut. Sayangnya, setelah mentransfer uang, pelaku menghilang, meninggalkan Nisa dalam kondisi yang sangat menyesakkan.

Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM

Dampak Emosional dan Sosial

Menghadapi kegagalan dan malu karena penipuan ini, Nisa memilih untuk berpura-pura menjadi pramugari demi menjaga wajah baik di hadapan keluarganya. Ia membuat postingan palsu di media sosial yang seolah menunjukkan bahwa ia telah mendapatkan pekerjaan yang diimpikannya.

"Karena keburu malu dan tidak mau mengecewakan ibunya yang membantu dia dalam prosesnya itu, dia mengaku ke keluarganya kalau dia sudah bekerja," tambah Yandri.

Postingan tersebut bertujuan untuk meyakinkan orang tua Nisa tentang status kerjanya, meskipun realitasnya bertolak belakang dengan apa yang ia perlihatkan.

Peringatan kepada Publik

Polisi memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak gegabah dalam mencari lowongan pekerjaan, terutama di industri penerbangan. Yandri menekankan pentingnya mengikuti prosedur resmi saat mengajukan lamaran.

"Buat masyarakat yang mau menjadi pramugari untuk tidak menggunakan atau melalui orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan memberikan sejumlah uang terus bisa menjanjikan. Ikuti saja aturannya SOP yang ada," terangnya.

Pihak kepolisian terus mengimbau agar masyarakat tidak terjebak dalam penawaran kerja yang mencurigakan serta selalu memverifikasi informasi yang diterima.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU