Senin, 05 JANUARI 2026 • 17:22 WIB

Pengaruh Stres Terhadap Keinginan Makanan Kita

Author

Pengaruh Stres Terhadap Keinginan Makanan Kita

Banyak orang yang merasakan keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan tertentu saat mengalami stres, seperti cokelat atau makanan berlemak. Fenomena ini memiliki penjelasan ilmiah yang menarik untuk dipahami.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Rasa stres dapat memengaruhi pola makan kita dengan cara yang mungkin tidak disadari, dan mengetahui bagaimana cara ini bekerja bisa membantu mengatur pola makan di saat-saat sulit.

Biologi Stres dan Pengaruhnya terhadap Hasrat Makanan

Ketika kita mengalami stres, tubuh kita mengeluarkan hormon kortisol dalam jumlah lebih banyak. Kortisol berfungsi mengatur metabolisme dan dapat meningkatkan keinginan akan makanan tinggi gula dan lemak.

Penelitian menunjukkan bahwa kadar kortisol yang tinggi bisa mengubah persepsi terhadap rasa makanan dan memperkuat preferensi kita terhadap makanan yang dianggap sebagai penghibur.

Makanan manis seperti cokelat umumnya memberikan dorongan energi yang cepat dan menyenangkan, membuat otak kita mengaitkan makanan ini dengan perasaan bahagia di tengah tekanan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif

Faktor Psikologis di Balik Mengidam Makanan Tertentu

Mengonsumsi makanan tertentu saat stres bisa menjadi mekanisme coping yang membuat kita merasa lebih nyaman. Ketika merasakan sengsara, kita cenderung mencari makanan yang membawa kenangan positif dalam hidup.

Budaya pun memengaruhi; di banyak kebudayaan, beberapa makanan dianggap sebagai penghibur ketika seseorang menghadapi tantangan, sehingga menambah keinginan mengonsumsinya saat stres.

Studi menunjukkan emosi kita sangat memengaruhi pilihan makanan, yang berarti stres dapat mengarahkan kita untuk memilih makanan dengan rasa yang memberi dampak positif.

Strategi Mengelola Keinginan Makanan Saat Stres

Mengetahui pemicu stres dan keinginan makan adalah langkah awal yang penting untuk dapat mengelola kebiasaan tersebut. Dengan memahami kapan dan mengapa kita mengidam makanan tertentu, kita menjadi lebih sadar dalam memilih makanan.

Alternatif sehat, seperti memilih buah atau camilan rendah kalori, dapat membantu memenuhi keinginan kita tanpa bergantung pada makanan yang kurang sehat.

Teknik relaksasi seperti meditasi atau berolahraga juga efektif untuk mengurangi stres dan mengalihkan perhatian dari keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU