Senin, 05 JANUARI 2026 • 13:59 WIB

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Brutal di Cilegon: Sebuah Kasus Pencurian yang Berujung Tragedi

Author

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Brutal di Cilegon: Sebuah Kasus Pencurian yang Berujung Tragedi

Setelah lebih dari dua minggu dalam pelarian, pelaku pembunuhan anak anggota Dewan Pakar DPD PKS Cilegon akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian pada Jumat (2/1). Pelaku berinisial HA (30) ditangkap saat berusaha melakukan pencurian di kediaman mantan anggota DPRD Cilegon, Roisyudin Sayuri.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Kapolda Banten, Irjen Hengki, mengkonfirmasi penangkapan tersebut dan menambahkan bahwa penyidik kini fokus untuk mendalami lebih lanjut peran pelaku dalam kasus ini. Ia menyatakan, 'Masih diperiksa, masih kami dalami. Sudah ditangkap, nanti akan kami rilis lengkap.'

Rincian Penangkapan dan Cara Operasi Pelaku

Selama proses penyelidikan, pihak kepolisian menemukan bahwa HA adalah spesialis pencurian di rumah-rumah mewah yang dalam keadaan kosong. Sebelumnya, ia dilaporkan telah melakukan pencurian di rumah milik Roisyudin sebanyak dua kali sebelum berhasil ditangkap saat mencoba kembali.

Saat penangkapan, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk perhiasan hasil curian dan alat pemanas gembok yang digunakan untuk membuka brankas. Modus operandinya yang menyasar rumah dengan nilai tinggi menegaskan bahwa pelaku merencanakan aksinya dengan cermat.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Risiko, dan Tips Keamanan

Kronologi Pembunuhan dan Penemuan Barang Bukti

Pembunuhan terhadap anak Maman Suherman terjadi saat pelaku tengah berada di lokasi untuk mencuri dan kepergok oleh penghuni rumah. Kasus ini sangat mengerikan, karena bocah berusia kelas IV SD tersebut ditemukan dengan 19 tusukan pada tubuhnya.

Penyidik juga mencatat bahwa HA tidak memiliki hubungan pribadi dengan keluarga korban dan melakukan aksi kejahatan tersebut secara solo. Kapolda Hengki menggarisbawahi, 'Bukan orang dekat dan tidak kenal dengan keluarga korban,' menunjukkan bahwa tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain dalam insiden ini.

Identitas dan Latar Belakang Pelaku

Hasil penyelidikan menemukan bahwa HA berasal dari Palembang, Sumatera Selatan dan diketahui bekerja di salah satu perusahaan petrokimia besar di kawasan Ciwandan, Cilegon. Identitasnya terkonfirmasi melalui kartu anggota serikat pekerja yang dimilikinya.

Anak-anak di sekitar lokasi kejadian melaporkan rasa takut yang melanda mereka pasca kejadian mengerikan ini, karena sebelumnya lingkungan sekitar dianggap aman. Kekhawatiran masyarakat pun meningkat, mendorong mereka untuk mendesak pihak berwenang agar meningkatkan pengamanan di lingkungan tersebut.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU