Jumat, 02 JANUARI 2026 • 20:40 WIB

Investigasi Dugaan Teror Terhadap Influencer: Seruan Menteri HAM untuk Kepolisian

Author

Investigasi Dugaan Teror Terhadap Influencer: Seruan Menteri HAM untuk Kepolisian

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mendesak kepolisian agar mengusut tuntas serangkaian dugaan teror yang menimpa sejumlah influencer. Teror ini muncul seiring dengan kritik yang dilayangkan terhadap penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Pigai menekankan pentingnya menyikapi setiap ancaman terhadap hak berpendapat ini melalui jalur hukum yang tepat, agar dapat diidentifikasi motif dan pelaku yang terlibat di belakang peristiwa tersebut.

Pernyataan Menteri HAM mengenai Teror

Dalam pernyataannya, Pigai mengungkapkan, "Terkait maraknya teror yang menimpa influencer, saya minta kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar diketahui apa motif dan siapa pelakunya." Pernyataan ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kebebasan berpendapat di era yang penuh dinamika sosial.

Meskipun mengapresiasi peran positif influencer dalam mengemukakan pendapat, Pigai juga mencatat bahwa kritik yang tidak terukur dapat menyerang kehormatan individu dan institusi. Oleh karena itu, kejelasan dalam berpendapat sangatlah diperlukan.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Kewaspadaan dalam Berpendapat

Menteri HAM menekankan perlunya kehati-hatian saat menyampaikan kritik untuk menghindari penyalahgunaan ruang demokrasi. Ia menggambarkan kondisi saat ini sebagai "surplus demokrasi," di mana hak berpendapat dilindungi tanpa batasan yang jelas.

Pigai menambahkan, "Saat ini kita menikmati surplus demokrasi, yakni hak berpendapat atas pikiran dan perasaan yang dijamin tanpa adanya protokol lalu lintas." Ini menunjukkan bahwa kebebasan berpendapat tidak hanya hak, tetapi juga membawa tanggung jawab yang harus dipatuhi.

Penanganan Banjir dan Lonjakan Kritik

Pigai mengklaim bahwa pemerintah telah menunjukkan komitmen dalam menangani bencana di Sumatera melalui langkah-langkah yang sistematis. Dia menjelaskan bahwa terdapat dua tahap utama dalam pemulihan masyarakat yang terdampak: tahap tanggap darurat dan pembangunan infrastruktur.

Dia juga menekankan, "Semua orang tentu tahu dan telah menyaksikan bahwa hampir setiap minggu Presiden datang ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," mengindikasikan keterlibatan aktif pemerintah dalam menangani situasi sulit.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU