Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026 untuk memantau pembangunan hunian bagi warga yang terdampak bencana. Kunjungan ini merupakan langkah pemerintah untuk mempercepat pemulihan daerah pascabencana.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Dalam tinjauan ini, Presiden didampingi sejumlah menteri dan pejabat, serta menargetkan pembangunan sekitar 600 unit hunian dalam waktu dekat.
Detail Kunjungan dan Proses Pembangunan
Presiden Prabowo Subianto berangkat dari Kabupaten Tapanuli Selatan dan tiba di helipad PTPN IV pada pukul 09.10 WIB. Setibanya di lokasi, beliau menyapa masyarakat yang hadir sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi pembangunan.
Dalam rombongan, Presiden ditemani Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan peninjauan langsung atas proyek hunian yang sedang berjalan.
Setelah mendarat di Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan menuju lokasi pembangunan. Kunjungan ini berfokus pada memastikan bahwa pembangunan hunian sesuai dengan instruksi yang diberikan.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Target dan Progres Pembangunan Hunian
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa proyek hunian yang dikelola oleh BPI Danantara menargetkan pembangunan antara 500 hingga 600 unit. 'Ada rumah hunian yang dibuat Danantara instruksi Bapak Presiden, besok kita cek. Seharusnya 500-600 (hunian). Insyaallah jadi, ya besok kita cek,' ujar Teddy.
Pemerintah menargetkan total 15.000 unit hunian bagi warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Target ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam penanganan banjir yang melanda wilayah tersebut.
Teddy menambahkan bahwa Danantara telah memulai pembangunan 15.000 unit rumah dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan 500 unit pertama yang dijadwalkan selesai dalam waktu dekat.
Urgensi Kunjungan dan Implikasinya
Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang menegaskan komitmen pemerintah dalam merespons keadaan darurat akibat bencana. Pembangunan hunian diharapkan memberikan tempat tinggal layak bagi korban dan mempercepat pemulihan daerah.
Pemerintah menekankan pentingnya percepatan penyelesaian hunian bagi para korban bencana, mengingat kebutuhan yang sangat mendesak. Hal ini menjadi fokus utama dalam setiap langkah yang ditempuh oleh pemerintah.
Dengan terlaksananya pembangunan hunian ini, diharapkan korban bencana banjir dapat beraktivitas kembali dengan normal dan mempercepat rehabilitasi daerah yang terdampak.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: