Kebiasaan mendengarkan musik dengan volume tinggi melalui earphone sering kali diabaikan, meskipun dapat berdampak buruk bagi kesehatan pendengaran. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada kemampuan mendengar seseorang.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Dengan penggunaan earphone yang meningkat, penting bagi masyarakat untuk memahami risiko-risiko kesehatan yang menyertainya. Artikel ini akan mengulas bahaya serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil.
Risiko Kesehatan Akibat Volume Tinggi
Menurut para pakar kesehatan, mendengarkan musik dengan volume di atas 85 desibel dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel pendengaran. World Health Organization melaporkan sekitar 1,1 miliar remaja berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat penggunaan audio dengan volume tinggi.
Gejala awal dari gangguan pendengaran sering kali mencakup telinga berdengung dan kesulitan mendengarkan di lingkungan yang bising. Jika kebiasaan ini tidak dihentikan, risiko kehilangan pendengaran permanen akan meningkat, khususnya di kalangan anak muda yang terbiasa menggunakan earphone.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Cara Melindungi Pendengaran
Untuk menjaga kesehatan pendengaran, pengguna disarankan untuk memilih earphone dengan fitur noise cancelling. Fitur ini membantu mengurangi kebisingan sekitar, sehingga memungkinkan pengguna menurunkan volume musik tanpa mengorbankan kualitas pengalaman mendengar.
Selain itu, penerapan aturan 60/60 juga sangat dianjurkan: dengarkan musik tidak lebih dari 60% dari volume maksimal dan tidak lebih dari 60 menit setiap hari. Dengan cara ini, para pengguna bisa menikmati musik tanpa mengorbankan kesehatan pendengaran mereka.
Tanda-Tanda Umum Gangguan Pendengaran
Ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan terjadinya gangguan pendengaran, seperti kesulitan mendengar percakapan, sering meminta orang lain mengulang ucapan, atau mengalami suara berdenging di telinga. Jika mengalami beberapa gejala ini, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan pendengaran secara rutin juga penting, terutama bagi mereka yang memiliki kebiasaan mendengarkan musik dengan volume tinggi. Deteksi dini masalah pendengaran akan membantu mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: