Sistem operasi Android menghadapi ancaman serius terkait masalah keamanan, dengan lebih dari 30% pengguna masih bertahan pada versi yang tidak didukung. Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar satu miliar pengguna berpotensi terpapar risiko yang signifikan akibat tidak mendapatkan pembaruan dari Google.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Laporan dari StatCounter mengungkapkan bahwa banyak perangkat Android di seluruh dunia, khususnya yang menggunakan Android 13 yang dirilis pada 2022, tetap rentan terhadap serangan siber. Sementara itu, perbandingan mencolok dengan ekosistem iOS menunjukkan dua skenario berbeda dalam hal dukungan dan perlindungan perangkat.
Kondisi Terkini Pengguna Android
Lebih dari 30% pengguna Android di seluruh dunia masih menggunakan Android 13, yang menunjukkan kurangnya adopsi pembaruan. Hal ini menciptakan risiko bagi sekitar satu miliar pengguna yang menjalankan versi yang sudah tidak didukung.
Menurut Zimperium, lebih dari 50% perangkat mobile global menggunakan sistem operasi yang tidak diperbarui, yang meningkatkan kemungkinan terpapar malware. Pembaruan keamanan yang dirilis pada Desember lalu hanya menjangkau perangkat yang masih mendapatkan dukungan, meninggalkan pengguna di luar perlindungan.
Celah keamanan yang masih ada akibat dari tidak menggunakan versi yang diperbarui bisa menjadi celah untuk dieksploitasi oleh peretas. Pengguna yang menolak untuk memperbarui akan kehilangan perlindungan terhadap serangan yang ditimbulkan oleh celah tersebut.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Perbandingan dengan Ekosistem Apple
Dalam konteks ini, perbedaan mencolok antara Android dan iOS menjadi jelas. Sekitar 90% perangkat iPhone aktif di dunia masih mendapatkan pembaruan perangkat lunak berkelanjutan dari Apple, dengan hanya 10% yang tidak lagi mendapatkan dukungan.
Fragmentasi dalam ekosistem Android menjadi faktor kunci yang mendasari perbedaan ini. Ratusan produsen memproduksi ponsel Android dengan berbagai jenis prosesor dan antarmuka, yang memperlambat distribusi pembaruan.
Sebaliknya, Apple sebagai pengembang iOS memiliki kemampuan untuk mengeluarkan pembaruan secara bersamaan untuk semua perangkat kompatibel, yang memungkinkan penerapan perbaikan keamanan lebih cepat.
Ancaman Keamanan dan Tindakan Penanggulangan
Fragmentasi Android menciptakan risiko keamanan yang signifikan bagi pengguna perangkat lama. Celah keamanan yang diketahui sering kali dapat dieksploitasi oleh peretas karena pembaruan belum menjangkau semua perangkat.
Para penjahat siber mengincar perangkat dengan sistem operasi versi lama untuk mencuri data pribadi, termasuk informasi penting dari aplikasi keuangan. Hal ini menekankan kebutuhan mendesak untuk menyadarkan pengguna akan pentingnya memperbarui perangkat mereka.
James Maude dari BeyondTrust menjelaskan bahwa eksploitasi celah ini dapat menjadi "senjata wajib" bagi berbagai kelompok peretas. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memperbarui sistem operasi agar informasi pribadi terlindungi dari berbagai potensi ancaman.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: