Senin, 29 DESEMBER 2025 • 15:14 WIB

Pentingnya Kerukunan di Surabaya setelah Pengusiran Nenek Elina

Author

Pentingnya Kerukunan di Surabaya setelah Pengusiran Nenek Elina

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan perlunya menjaga kerukunan di tengah kontroversi yang melibatkan nenek Elina Widjajanti (80). Seruan ini muncul setelah kejadian pengusiran yang melibatkan sejumlah organisasi masyarakat di kota tersebut.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Eri mengumumkan rencana Pemkot untuk mengadakan pertemuan dengan berbagai suku dan ormas di Surabaya pada awal Januari 2026, demi memperkuat kesadaran akan pentingnya persatuan di masyarakat.

Pentingnya Penegakan Hukum

Wali Kota Eri Cahyadi menekankan bahwa penyelesaian konflik harus mengikuti hukum yang berlaku. Ia berharap masyarakat dapat menyerahkan kasus Elina kepada aparat kepolisian untuk ditangani secara adil.

"Warga yang mencintai Kota Surabaya pasti akan membantu menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kedamaian di masyarakat harus dijaga, dan solusi kekerasan tidak dapat diterima dalam menyelesaikan masalah seperti ini.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Kronologi Pengusiran

Kasus pengusiran Elina terjadi di Dukuh Kuwukan, Lontar, Sambikerep. Menurut kuasa hukum Elina, Wellem Mintarja, pengusiran dilakukan secara paksa oleh kelompok berjumlah 20 hingga 30 orang.

"Ini jelas eksekusi tanpa adanya putusan pengadilan," ungkap Wellem pada Rabu, 24 Desember 2025, mengenai tindakan tersebut yang dianggap melanggar hukum.

Dalam insiden itu, Elina ditarik dan diangkat oleh beberapa orang, sementara di dalam rumah terdapat anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

Dampak Sosial dan Psikologis

Peristiwa ini menimbulkan dampak hukum serta psikologis bagi Elina dan keluarganya. Wellem mengungkapkan adanya saksi yang melihat kejadian tersebut, serta rekaman video yang mendokumentasikan pengusiran.

"Nenek ini sampai bibirnya berdarah," ujar Wellem, menunjukan kekerasan yang dialami Elina.

Kehadiran lansia dan balita dalam rumah saat pengusiran menjadi perhatian, menyoroti betapa rentannya situasi ini serta kebutuhan akan perlindungan hukum bagi kelompok-kelompok tersebut.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU