Pesawat Emirates A380 yang terbang dari Dubai menuju Bali mengalami kesulitan saat mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada hari Sabtu, 27 Desember 2025. Kejadian ini terjadi karena kondisi cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Kepala Divisi Komunikasi dan Hukum Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menyatakan bahwa demi keselamatan penumpang dan awak pesawat, pilot terpaksa memutuskan untuk mengudara kembali.
Detail Insiden Pendaratan
Saat pesawat Emirates A380 mendekati Bandara Ngurah Rai, cuaca yang tidak bersahabat mulai mengganggu. Hujan deras mengguyur area tersebut, memaksa pilot untuk mengalihkan penerbangan ke Singapura karena tidak bisa mendarat dengan aman.
Gede Eka Sandi Asmadi mengungkapkan, 'Karena cuaca tidak mendukung sehingga Pesawat Emirates A380 rute Dubai-Denpasar, go around (terbang lagi sebelum sempat mendarat).' Keputusan ini menegaskan pentingnya keselamatan selama penerbangan, terutama dalam kondisi cuaca ekstrim.
Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat
Pengalihan dan Delay
Setelah pengalihan ke Singapura, pesawat mengalami penundaan selama empat jam sebelum kembali berhasil mendarat di Denpasar. 'Lalu, landing kembali di Denpasar. Setelah mendarat di bandara, semua lancar dan aman. Operasional bandara kembali normal,' jelas Sandi.
Meskipun terjadi delay, petugas bandara memastikan bahwa penanganan untuk penumpang dilakukan dengan baik sesuai prosedur yang berlaku. 'Penumpang yang delay sudah ditangani dengan baik oleh pihak airline (maskapai),' tambahnya, menunjukkan manajemen yang responsif terhadap kondisi darurat.
Prediksi Cuaca dan Komunikasi
Cuaca buruk yang mempengaruhi Bandara Ngurah Rai pada hari tersebut memang telah diprediksi sebelumnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memastikan untuk memberikan informasi akurat setiap dua jam kepada pihak bandara dan AirNav.
Sandi mengatakan, 'BMKG tiap dua jam sekali update informasi situasi cuaca.' Hal ini mencerminkan pentingnya komunikasi yang efektif guna mengantisipasi potensi masalah terkait penerbangan, sehingga langkah-langkah preventif dapat diambil.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: