Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 11:05 WIB

Bagaimana Kritikus dan Penonton Melihat Avatar: Fire and Ash secara Berbeda

Author

Bagaimana Kritikus dan Penonton Melihat Avatar: Fire and Ash secara Berbeda

Film terbaru karya James Cameron, Avatar: Fire and Ash, menghadapi perbedaan tajam dalam penilaian antara kritikus dan penonton.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Meskipun menerima kritik pedas, film ini justru memperoleh respon positif dari penggemarnya dengan skor tinggi di berbagai platform penilaian.

Penilaian Kritikus Terhadap Avatar: Fire and Ash

Dalam penilaian terbaru oleh 307 kritikus di Rotten Tomatoes, Avatar: Fire and Ash meraih angka 66 persen, terendah di antara film-film sebelumnya dalam saga ini.

Dengan perbandingan, film pertama Avatar (2009) mendapatkan 81 persen, menyoroti berbagai kritik yang menyebut kurangnya kedalaman cerita dalam film terbaru ini.

Stephanie Zacharek dari TIME Magazine menyatakan, "visi Cameron tidak lagi terasa sebagai masa depan, melainkan sebuah perjalanan nostalgia, bentuk deja vu yang sangat mahal."

Peter Bradshaw dari The Guardian berkomentar, "Avatar tetap sama besarnya dalam ketidakmenarikan… sebuah bangunan besar yang kosong, yang dengan tenang menolak segala keberatan."

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji

Penghargaan Terhadap Kehebatan James Cameron

Di tengah penilaian negatif, beberapa kritikus masih mengakuinya sebagai karya yang berharga. Jake Coyle dari Associated Press menyebut, "ini tetap merupakan epik dalam hal keterampilan dan keyakinan," memberi penghargaan pada usaha James Cameron dalam mengembangkan karakter.

David Ehrlich dari IndieWire menyoroti cara Cameron menghadirkan momen-momen yang terasa baru meskipun pola cerita tetap sama, mengatakan, "[Ekspektasi] tidak mempersiapkan saya pada kenyataan menyaksikan salah satu penjelajah terbesar sinema berjalan berputar-putar selama tiga jam."

Pandangan-pandangan ini menunjukkan bahwa, meskipun ada kritik terhadap narasi, banyak yang mengagumi kemampuan teknis yang ditunjukkan dalam film ini.

Respon Penonton dan Kesuksesan di Box Office

Menariknya, Avatar: Fire and Ash memperoleh 91 persen di Popcornmeter berdasarkan penilaian penonton, menandakan banyak yang menikmati film ini walau kritik negatif dari para ahli.

Penonton menganggap kemiripan cerita dengan film sebelumnya sebagai hal yang wajar karena film ini merupakan sekuel, dan menghargai perkembangan karakter serta plot meskipun dianggap sederhana oleh beberapa kritikus.

Film ini mengisahkan konflik internal dalam keluarga Jake Sully setelah peristiwa dari film sebelumnya, The Way of Water, termasuk interaksi dengan suku Mangkwan serta ujian kesetiaan yang dihadapi keluarga tersebut.

Diluncurkan perdana di bioskop Indonesia pada 17 Desember 2025, film ini meskipun tidak memenuhi ekspektasi sebagian kritikus, berhasil menarik perhatian besar dari penonton.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU