Paus Leo XIV memimpin Misa Natal di Basilika Santo Petrus dan menyerukan umat untuk membantu sesama yang membutuhkan. Dalam khotbahnya, ia menekankan tanggung jawab bersama untuk memperhatikan penderitaan orang miskin dan pengungsi.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Mengangkat kisah kelahiran Yesus, Paus Leo mengingatkan bahwa menciptakan ruang bagi Tuhan dimulai dari kebaikan hati terhadap sesama. Ia menyatakan bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam mewujudkan kedamaian di tengah dunia yang penuh tantangan.
Misa Tengah Malam yang Bersejarah
Paus Leo XIV, pemimpin Gereja Katolik, untuk pertama kalinya memimpin Misa Tengah Malam Natal di Basilika Santo Petrus. Dengan dihadiri sekitar 6.000 orang, perayaan berlangsung khidmat di tengah hujan deras di luar basilika.
Dalam sambutannya, Paus mengingatkan umat Kristen akan kewajiban untuk membantu mereka yang berada dalam kesulitan. 'Di bumi, tidak ada tempat bagi Tuhan jika tidak ada tempat bagi manusia,' tekannya, menggarisbawahi pentingnya mengenali keberadaan dan penderitaan sesama.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Kedamaian di Tengah Penderitaan
Paus Leo XIV menyoroti bahwa kisah kelahiran Yesus di kandang melambangkan perhatian yang harus diberikan kepada orang miskin dan imigran. Ia menyimpulkan, 'Menolak yang satu berarti menolak yang lain,' yang menunjukkan bahwa penolakan terhadap penderitaan orang lain juga merupakan penolakan terhadap kehadiran Tuhan.
Sikap empati dan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat mengisi khotbahnya. Ia mengutip pemikiran Paus Benediktus XVI tentang ketidakadilan yang banyak dialami oleh anak-anak dan kaum kurang mampu di seluruh dunia.
Reaksi dan Harapan Umat
Sekitar 5.000 orang yang menunggu di luar basilika menyaksikan siaran langsung Misa Natal di layar raksasa. Cuaca buruk tidak menyurutkan semangat umat untuk ikut dalam perayaan, menunjukkan dedikasi yang tinggi.
Paus Leo XIV mengungkapkan rasa terima kasih kepada umat yang berani hadir meski hujan. 'Saya mengagumi, menghormati, dan berterima kasih atas keberanian dan keinginan Anda untuk berada di sini malam ini,' ujarnya, sambil menegaskan harapannya akan kedamaian dan toleransi di seluruh dunia.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: