Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menyerukan masyarakat untuk menandai malam Tahun Baru 2026 dengan doa bersama bukan dengan pesta kembang api. Imbauan ini muncul sebagai respons terhadap situasi darurat yang dialami oleh korban banjir di Sumatera.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Momen perayaan yang biasanya diramaikan dengan berbagai bentuk hiburan dianggap tidak lagi relevan, dan KH Anwar menekankan pentingnya menunjukkan kepedulian terhadap mereka yang terkena dampak bencana alam.
Imbauan MUI Terkait Perayaan Tahun Baru
KH Anwar Iskandar menegaskan bahwa pesta kembang api tidak pantas diselenggarakan di tengah kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan. Pentingnya empati harus didahulukan, khususnya bagi mereka yang menghadapi tragedi.
Ia menjelaskan, "Nah kalau tujuannya itu untuk agar lebih berhemat tentunya tidak usah, apalagi sekarang bangsa kita sedang prihatin (karena bencana)." Hal ini menunjukkan kesadaran akan situasi sosial yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Mengisi Malam Tahun Baru dengan Kegiatan Positif
KH Anwar mengingatkan tentang perlunya umat Islam menjauhkan diri dari perayaan yang berlebihan atau bermaksiat. Sebagai alternatif, ia merekomendasikan agar malam tahun baru diisi dengan kegiatan positif seperti doa bersama.
"Ini kita sedang prihatin, banyak musibah, tentu lebih baik berdoa. Kalau toh itu mau hiburan, hiburan yang terukur," jelasnya. Ini adalah ajakan untuk merayakan dengan sikap lebih reflektif.
Pentingnya Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa
KH Anwar Iskandar menyatakan bahwa melakukan doa bersama pada malam tahun baru merupakan cara utama untuk memohon kepada Allah SWT agar bangsa dan negara selalu dalam keadaan selamat. Ini menunjukkan kesadaran akan tanggung jawab bersama di tengah tantangan yang kini dihadapi.
"Doa bersama di malam tahun baru sangat penting dalam rangka memohon kepada Allah SWT untuk diberikan keselamatan bangsa dan negara," tegasnya, menutup seruannya dengan harapan mendalam bagi masyarakat.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: